Pariwisata terhempas virus corona, ini strategi Menparekraf

Senin, 10 Februari 2020 | 09:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sektor pariwisata menjadi salah satu yang terkena dampak wabah virus corona. Guna menggenjot kembali kunjungan wisatawan baik domesik maupun mancanegara, ada berbagai strategi yang dimiliki pemerintah.

Hal itu dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama di Kompleks Kemenkeu, Jakarta, seperti ditulis Sabtu (8/2/2020). "Banyak starateginya, kita bikin rute (penerbangan) baru, kita tingkatkan promosi yang lebih insentif, dan lagi dalam proses pembicaraan teknis untuk menyiapkan pasar baru," katanya.

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia resmi menutup rute penerbangan dari dan ke China, sampai waktu yang belum ditentukan. Pada Rabu (5/2/2020) tepat pukul 00.00 WIB.

Hal ini berdampak negatif bagi sektor pariwisata dalam negeri. Ia, memperkirakan kerugian akibat virus Corona ini mencapai angka US$4 miliar atau setara Rp 54,6 triliun. Dengan rincian, berkisar US$2,8 miliar atau senilai Rp 38,2 triliun hilangnya pendapatan negara dari turis China.

"Ini bicara kerugian potensi satu tahun ya, kami kan tidak tahu kapan ini kelar (virus corona), mudah-mudahan ini cepat," tandas dia.

Beberapa daerah wisata yang mengalami kerugian, di antaranya Sulawesi Utara, Kepulauan Riau dan Bali. Menurunnya jumlah turis tak hanya dari China mengakibatkan beberapa negara lainnya pun ikut mengurungkan niat berlibur karena merasa khawatir.

Demi menambal kerugian sektor pariwisata, Whisnutama mendorong peningkatan jumlah turis domestik. Dia ingin masyarakat berwisata di negeri sendiri.

Tak hanya itu, dia juga ingin Kementerian Perhubungan untuk menambah frekuensi penerbangan internasional menuju Indonesia. Sebab, selama ini frekuensi penerbangan internasional menuju Indonesia masih sedikit jika dibandingkan dengan target kunjungan wisman. 

Sementara itu Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nunung Rusmiati mengatakan, pemberhentian penerbangan menuju dan dari China akibat virus Corona justru dapat menjadi peluang bagi pariwisata lokal. Menurutnya, strategi yang tepat harus disiapkan untuk menghadapi peluang ini.

"Kami sudah merancang paket-paket alternatif yang menarik dengan harga terjangkau sebagai destinasi alternatif. Dalam paket termasuk akomodasi, penginapan, dan lain-lain." jelasnya.

Menurutnya, hingga saat ini kerugian yang dialami oleh seluruh agen travel di Indonesia diperkirakan mencapai US$1.000 hingga US$1.500. Nunung juga menambahkan bahwa Indonesia memiliki peluang cukup besar untuk pariwisata karena masih berstatus aman dari virus corona. kbc10

Bagikan artikel ini: