Ada virus corona, bank dunia koreksi pertumbuhan ekonomi global

Jum'at, 7 Februari 2020 | 11:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan global bakal terkoreksi akibat Virus Corona. Hal itu dipicu kekhawatiran epidemi yang terjadi di China dapat mengganggu rantai pasokan global.

Bulan lalu, Bank Dunia memperkirakan adanya kenaikan pertumbuhan global pada tahun ini. Setelah meredanya perang dagang antara AS dan China, yang mengakibatkan penurunan pada 2019.

Namun Presiden Bank Dunia David Malpass memperingatkan bahwa virus yang telah menewaskan ratusan orang di China dan menutup bisnis serta perbatasan dapat mematahkan perkiraan tersebut.

"Ada sedikit perubahan perkiraan untuk setidaknya di awal 2020, sebagian karena Cina, sebagian karena rantai pasokan," kata Malpass, seperti dikutip dari laman AFP, Kamis (6/2/2020).

"Banyak barang-barang dari China yang dikirim ke seluruh dunia mengunakan pesawat yang mengangkut penumpang," kata Malpass.

Tetapi karena maskapai di seluruh dunia telah menangguhkan penerbangan ke dan dari Cina serta beberapa negara tetangga telah menutup perbatasan.

"Anda perlu menyesuaikan rantai pasokan untuk mendapatkan barang agar perekonomian dunia tetap bisa beroperasi" ungkapnya.

Bank Dunia memperkirakan ekonomi dunia akan tumbuh menjadi 2,5 persen tahun ini dari 2,4 persen pada tahun lalu.

Malpass sedang mendiskusikan prospek ekonomi dengan Janet Yellen, mantan ketua Federal Reserve AS, yang setuju virus itu akan mengganggu laju pertumbuhan.

Virus corona tampaknya jelas akan memiliki dampak signifikan setidaknya selama seperempat atau dua, pada China dan memberikan dampak ekonomi yang pasti akan menyerang ekonomi global, kata Yellen.

Pada hari Senin, Bank Dunia menghimbau negara-negara di seluruh dunia untuk memperkuat "sistem pengawasan dan respons kesehatan" mereka, serta mengamati sumber daya dan keahlian apa yang dapat dikontribusikan untuk mengatasi wabah virus corona.

Virus ini telah menewaskan sedikitnya 425 orang di Cina, lebih banyak dari korban akibat wabah Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) sebanyak 349 jiwa pada tahun 2002-2003 dan terhitung menewaskan hampir 800 orang di seluruh dunia. kbc10

Bagikan artikel ini: