BPS catat tarif tiket pesawat turun pada Januari 2020

Selasa, 4 Februari 2020 | 09:39 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga tiket pesawat di awal tahun ini mengalami penurunan, sehingga menyumbang deflasi sebesar 0,07 persen sepanjang Januari 2020.

Secara keseluruhan, sektor transportasi menyumbang deflasi sebesar 0,89 persen atau terjadi penurunan indeks dari 103,89 pada Desember 2019 menjadi 102,97.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan harga tiket pesawat terjadi usai libur panjang Natal dan Tahun Baru berakhir. "Transportasi mengalami deflasi, karena ada penurunan tarif angkutan udara masa liburan nataru sudah habis," ujarnya di Kantor BPS, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Data BPS menunjukkan, sebanyak 58 kota mengalami penurunan harga tiket pesawat. Beberapa di antaranya adalah Padang Sidempuan, Palangka Raya dan Kupang mengalami penurunan sampai 16 persen. Lalu Manado, Tual dan Baubau turun 14 persen.

"Menurut kota penurunan harga tiket 58 kota di mana penurunan tertinggi di Padang Sidempuan, Palang Karaya dan Kupang sampai 16 persen. Manado, Tual dan Baubau turun 14 persen. Itu kenapa berikan andil pada deflasi," jelasnya.

Selain tarif angkutan udara, kelompok transportasi yang mengalami deflasi adalah bensin sebesar 0,06 persen. Sementara komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi, yaitu mobil sebesar 0,01 persen.

Di sisi lain, Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Budijanto Ardiansjah menyebut, penurunan tarif tiket pesawat yang dilakukan maskapai imbas dari peralihan musim permintaan tiket pesawat di masyarakat. Kebijakan ini belum tentu berlangsung lama.

"Harga tiket domestik masih tinggi. Kalaupun dianggap penurunan itu hanya peralihan dari high season ke low season," tandasnya.

Penurunan tarif, lanjut dia, merupakan bentuk harga promo yang diberikan maskapai pada beberapa kelas penerbangan. Ini terutama di saat permintaan turun.

Dia menuturkan jika sistem harga tiket pesawat saat ini berbeda. Sebelumnya memiliki disparitas batas bawah dan atas tiket pesawat. "Tapi sekarang kan gak ada lagi sejak penerapan harga tiket semua di kelas tertinggi (Y class)," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: