Indonesia pamerkan drone taksi terbang ke pameran teknologi Hannover

Senin, 3 Februari 2020 | 09:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia bakal unjuk gigi di ajang Hannover Messe 2020, pada 20-24 April mendatang.

Berbekal prototipe drone berpenumpang, Frogs, bakal dihadirkan dari Yogyakarta ke Jerman. Ini merupakan hasil riset dua tahun yang telah menghabiskan dana sekitar Rp 1 miliar ini adalah satu dari antara beberapa produk startup teknologi 4.0 yang akan dibawa Indonesia.

Indonesia melalui Kementerian Perindustrian menjadi official country partner di ajang pameran teknologi itu. Selain Frogs, sejumlah produk lainnya juga akan diboyong menggandeng UMG Idealab, perusahaan Venture Capital (VC) serta Venture Builder (VB) yang bergerak di bidang pemanfaatan teknologi sejak 2015 lalu.

"Salah satu tujuan Indonesia menjadi official country partner di perhelatan ini adalah menarik minat kerja sama dalam bidang investasi, teknologi, dan peningkatan keterampilan sumber daya manusia," kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi, melalui keterangan tertulis.

Doddy menerangkan, ratusan ribu orang dari puluhan negara akan datang ke pameran itu. Pada 2019, misalnya, ada 6.5000 peserta pameran dari 73 negara dan menghasilkan sekitar 5,6 juta kontrak bisnis.

Frogs, pionir drone berawak di Indonesia, memimpin barisan produk teknologi yang akan mewakili Indonesia di pameran tersebut tahun ini. Mampu mengangkut dua penumpang dan terbang 100 kilometer hanya dengan sekali pengisian daya listrik, drone ini lahir di sebuah bengkel di Yogyakarta yang kemudian dikembangkan dalam ekosistem UMG Idealab.

Produk startup unggulan lainnya dalam komunitas itu yang juga akan dibawa ke Hannover adalah Widya yang akan memamerkan big data, smart speaker, robot, face recognition, hingga kecerdasan buatan (AI). Selain itu ada juga Teknologi Natural Language Processing (NLP) berbahasa Indonesia yang dinamakan Botika.

Serta teknologi smart farming yang menanamkan hardware ke lahan pertanian, sehingga lahan tersebut dapat menghasilkan produktivitas lebih tinggi karena memiliki sensor tanah dan sprayer drone. Lainnya adalah RiTx, aplikasi yang membantu petani terhubung dengan end-user, juga membantu petani memantau perkembangan tanamannya.

"Saatnya Bangsa Indonesia tampil di dunia dan mengukuhkan kemajuan teknologi lokal yang tidak kalah dengan negara lain," kata Kiwi Aliwarga, Founder UMG Idealab. kbc10

Bagikan artikel ini: