Satgas Investasi tutup 28 kegiatan usaha ilegal, terbanyak perdagangan forex

Jum'at, 31 Januari 2020 | 09:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Satgas Waspada Investasi mencatat telah menghentikan 28 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan tanpa izin berpotensi merugikan masyarakat.

Ketua Satgas Investasi Tongam Lumban Tobing dalam keterangan tertulis, Kamis (30/1/2020) mengatakan, ke-28 entitas tersebut yakni 13 perdagangan forex, 3 penawaran pelunasan utang, 2 investasi money game, 2 equitycrowdfunding, 2 multi levelmarketing, 1 investasi sapi perah, 1 investasi properti, 1 pergadaian, 1 platform iklan digital, 1 investasi cryptocurrency, dan 1 koperasi.

Menurut dia, terdapat tiga entitas yang ditangani Satgas telah mendapatkan izin usaha penjualan produk dengan sistem penjualan langsung yaitu PT Dxplor Duta Media, PT Indonesia Wijaya Sejahtera, dan PT Makin Jaya Agung.

Serta, satu entitas yang telah membuktikan bahwa kegiatannya bukan merupakan fintech lending yaitu Yayasan Beruang Cerdas Indonesia, sehingga dilakukan normalisasi atas aplikasi yang telah diblokir.

Tongam juga mengatakan hasil penelusuran Satgas pada Januari 2020, pihaknya telah menemukan 120 entitas yang melakukan kegiatan fintech peer to peer lending ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebelumnya, pada 2019, Satgas Waspada Investasi menghentikan kegiatan 1.494 fintech peer to peer lending ilegal. Total yang telah ditangani Satgas Waspada Investasi sejak 2018 hingga Januari 2020 sebanyak 2.018 entitas.

Tongam mengatakan, untuk menampung pengaduan, konsultasi dan sosialisasi langsung mengenai berbagai persoalan terkait investasi, fintech lending dan gadai swasta ilegal, Satgas kembali membuka Warung Waspada Investasi bertempat di di The Gade Coffee & Gold, Jalan H. Agus Salim, Jakarta Pusat.

Warung Waspada Investasi akan beroperasi setiap Jumat pukul 09.00-11.00 WIB.

Dalam Warung Waspada Investasi tersebut akan hadir perwakilan dari 13 kementerian/lembaga anggota Satgas Waspada Investasi yang akan melayani pertanyaan ataupun aduan masyarakat mengenai kegiatan investasi ilegal, fintech lending ilegal ataupun gadai swasta ilegal.

Selama ini laporan ataupun pertanyaan masyarakat lebih banyak masuk melalui saluran komunikasi seperti Kontak OJK 157, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

Dengan adanya Warung ini diharapkan masyarakat akan semakin mudah untuk melapor dan bertanya langsung, kata Tongam. kbc10

Bagikan artikel ini: