Kenaikan tarif tol dalam kota, Organda: Harusnya diiringi perbaikan layanan

Selasa, 28 Januari 2020 | 16:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) tak mempermasalahkan kenaikan tarif di sejumlah ruas jalan tol dalam kota.

Namun mereka berharap kenaikan tarif tol juga diiringi dengan peningkatan pelayanan.

"Logikanya, naik tarif harusnya naik pelayanan. Namun, rasanya kenyataan masih jauh dari harapan," ujar Ateng Aryono, Sekjen DPP Organda, Minggu (26/1/2020).

Ateng menambahkan, seharusnya pihak penyelenggara jalan tol memperhatikan kondisi yang sering terjadi di ruas jalan bebas hambatan tersebut.

Pertama, beberapa ruas tol masih sering mengalami kemacetan yang cukup berat. Seharusnya, dengan adanya kenaikan tarif tol dapat mengubah waktu tempuh perjalanan karena tidak adanya lagi gangguan kemacetan.

Kedua, kondisi jalan yang belum benar-benar mulus, apalagi dengan adanya pemakluman pembangunan fasilitas di sekitar jalan tol. Ketiga, kurangnya kesiapan beberapa ruas tol dalam menghadapi bencana alam seperti banjir.

Terakhir, belum adanya kesungguhan pengelola jalan tol untuk memberi prioritas kepada angkutan umum yang lewat jalan tol.

Di sisi lain, Ateng juga mengira-ngira apakah kenaikan tarif tol ini merupakan bagian dari mekanisme standar untuk melegitimasi pertambahan biaya penyelenggaraan. Apabila dugaannya benar, maka pasti kenaikan tarif ini telah diatur dengan sedemikian rupa, termasuk mengenai penentuan besaran tarif tol.

"Di awal, kenaikan tarif ini pasti akan dirasakan beban bagi sebagian pengguna, tetapi tidak akan mempengaruhi tingkat pemakaian," kata Ateng.

Namun ia tetap menegaskan, meskipun kenaikan tarif tol terjadi, tidak ada jaminan pasti bahwa tingkat pelayanan di dalam jalan tol juga akan meningkat. kbc10

Bagikan artikel ini: