Perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian, ini penyebabnya

Selasa, 28 Januari 2020 | 16:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kondisi perekonomian global pada tahun 2020 ini diprediksi masih akan tetap melambat. Bahkan, beberapa lembaga dunia pun memprediksi perekonomian dunia hanya akan tumbuh 2,9% saja.

Perlambatan ekonomi global ini berpengaruh pada kondisi ekonomi negara-negara di dunia yang mengalami penurunan. Bahkan penurunan bukan hanya terjadi pada negara berkembang, negara maju pun terkena imbasnya.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Selasa (28/1/2020), pertumbuhan ekonomi negara-negara di Uni Eropa misalnya yang turun dari 2,23% di kuartal pertama 2018 menjadi 1,36% saja di kuartal III-2019. Kemudian ada juga negara seperti Amerika Serikat yang turun dari 3,54% di kuartal I-2018 menjadi 1,88% di kuartal III-2019.

Kemudian ada negara China yang turun dari 6,8% di kuartal I-2018 menjadi 6,00% di kuartal IV-2019. Selanjutnya ada negara seperti Singapura yang juga turun sangat drastis dari 4,6% di kuartal I-2018 menjadi 0,8% di kuartal IV-2019.

Lalu untuk Thailand juga mengalami kemerosotan dalam ekonomi dari 4,(*% di kuartal I-2018 menjadi 2,39% di kuartal III-2019. India juga tak kalah hebatnya, penurunannya dari 8,13% di kuartal I-2018 menjadi 4,55% di kuartal III-2019.

Ketidakpastian itu disebabkan oleh perang dagang Amerika Serikat dan China yang masih belum pasti. Meskipun beberapa waktu lalu sudah dilakukan penandatanganan perjanjian perdagangan antara Amerika Serikat dengan China.

Faktor lain yang mendorong ketidakpastian global ininjuga banyaknya ketegangan politik antar negara-negara di dunia. Misalnya, ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran, kemudian ada juga ketegangan keluarnya Inggris dari negara Uni Eropa, lalu ada demonstrasi yang terjadi di Hong Kong dan terakhir ketegangan politik antara Jepang dan Korea Selatan.

Penyebab selanjutnya dari ketidakpastian global adalah adannya pelemahan pada aktivitas manufaktur. Serta faktor yang terakhir adalah fluktuasi harga komoditas.

Hal ini juga berpengaruh pada volume perdagangan dunia yang mana meskipun mengalami kenaikan masih berada di bawah angka 3%. Volume perdagangan dunia diprediksi hanya tumbuh sekitar 2,9% saja lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya 1,1 namun masih lebih rendah dari 2018 yang mencapai 3,6%. kbc10

Bagikan artikel ini: