Jamin wisatawan, pemerintah diminta pastikan Indonesia aman dari virus corona

Senin, 27 Januari 2020 | 22:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Penyebaran virus corona di China dikhawatirkan ikut mengganggu kegiatan bisnis di sektor pariwisata Indonesia. Sebab, bakteri tersebut telah menjangkiti beberapa orang di negara lain, sehingga menimbulkan ketakutan bagi wisatawan mancanegara melancong ke negara-negara di kawasan Asia.

Wakil Ketua Umum Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Budijanto Ardiansyah, menilai ketakutan tersebut bisa turut berpengaruh pada kunjungan turis ke Indonesia. Sebab, meskipun Indonesia masih aman dari virus corona, negara tetangga Singapura sudah mulai terjangkiti.

"Bisa saja terjadi jika wabah ini berlanjut pasti akan mempengaruhi minat untuk berkunjung ke negara-negara Asia. Karena itu Indonesia harus bisa membuktikan bahwa negara kita aman dari wabah tersebut," ungkap dia, kemarin.

"Tapi tetap ada kendala bagi negara-negara yang tidak punya direct flight (penerbangan langsung) ke Indonesia, karena sebagian negara transit seperti Singapura sudah ada kasusnya," imbuhnya.

Dia mengatakan, pengaruh terbesarnya yakni ketakutan wisatawan asing untuk melancong ke negara terdampak wabah, yang berakibat kematian bagi sektor bisnis pariwisata setempat. "(Apa dampak terbesarnya?) Keengganan untuk melakukan perjalanan ke kawasan Asia dan negara-negara lain yang terdampak wabah tersebut. Ini akan sangat merugikan industri pariwisata," ujarnya.

Adapun penyebaran virus corona ini punya sedikit kemiripan seperti mewabahnya virus SARS yang juga berasal dari China pada periode 2002-2003 lalu. Menurut angka resmi World Health Organization (WHO), selama wabah SARS sebanyak 8.098 orang jatuh sakit di seluruh dunia, dan 774 meninggal.

Meski belum teridentifikasi sepenuhnya lebih berbahaya, Budijanto menganggap penyebaran virus corona bisa lebih mematikan dari SARS. Hal tersebut didorong oleh penyebaran informasi di era digital yang sangat cepat namun belum tentu tepat.

"Jika wabah ini tidak cepat tertangani akan memberikan dampak yang lebih besar daripada SARS, mengingat penyampaian informasi yang sangat cepat di era digital saat ini," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: