Budget Rp3,5 triliun, 40% diarahkan perkuat fondasi infrastruktur pertanian

Senin, 27 Januari 2020 | 18:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ditjen Sarana dan Prasarana  Kementerian Pertanian (PSP Kementan) tahun 2020 ini memperoleh budget Rp 3,5 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Porsi terbesar yakni sekitar 40% diarahkan untuk pengembangan infrastruktur pertanian.

Sekertaris Ditjen PSP Kementam Mulyadi Hendiawan mengakui budget yang dianggarkan Rp 3,5 triliun di tahun 2020 mengalami penurunan hingga Rp 1,1 triliun. Pasalnya dibandingkan 2019,Ditjen PSP mengelola dana sebesar Rp 4,6 triliun.

"Dari aspek makro, budget Kementerian Pertanian turun . Sementara dari aspek mikro, budget dari program pengembangan lahan rawa juga menyesuaikan luas program optimalisasi lahan rawa  menjadi 100.000 hektare dari target awal tahun 2019 sebesar 404.000, dengan anggaran Rp 1,7 triliun," ujar Mulyadi kepada kabarbisnis.com di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Catatan yang diperoleh kabarbisnis.com, anggaran pembangunan pertanian di tahun 2019 sebesar Rp 21,8 triliun, dan sedikit mengalami berkurang menjadi Rp 21,05 triliun. Mulyadi mengatakan fokus dan kebijakan  program pembangunan pertanian yang dinaungi Ditjen PSP tahun 2020 memilih kepada fokus empat kegiatan yakni reguler ,pemantapan, diskresi Menteri Pertanian dan , menunjang show window infrastruktur pertanian.

Menurut Mulyadi porsi terbar anggaran 40 % diarahkan untuk melanjutkan pengembangan. Infrastruktur pembangunan. Hal ini dibutuhkan untuk menjamin kesinambungan program ketahanan pangan.

Untuk kegiatan reguler , menurut Mulyadi diberikan porsi anggaran terbesar yakni Rp 1,4 triliun (40%).Kegiatan ini diantaranya mencakup rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan pertanian, irigasi perpompaan, embung pertanian. Penajaman program e-RDKK (kartu tani) dan layanan operasional.

Sementara untuk kegiatan pemantapan mengambil porsi 20% dari total anggaran. Budget yang disediakan sebesar Rp 678 miliar yang mencakup program Asuransi Usaha Tani Padi dan Asuransi Usaha Ternak Sapi. Pihaknya juga terus memperkuat LP2B penyusunan geospasial, pengadaan pupuk organik ,perbengkelan alsintan dan serta konstruksi pertanian presisi.

Kemudian, mulai tahun 2020 ini Ditjen PSP juga mengalokasikan anggaran Rp 737 miliar (20%). Sejumlah kegiatan ini diantaranya dikaitkan dengan diskresi menteri pertanian ini terkait bantuan alsintan , Unit Pengolahan Pupuk Organik dan pompa air dan rice transplanter.

Adapun kegiatan show window PSP Kementan yakni berkenaan upaya mitigasi resiko perubahan iklim. Ditjen PSP memfasilitasi pengerjaan konservasi dan sumber daya air, pengadaan alsintan, pengerjaan pasaat karya dan pekerjaan prasarana dan sarana pertanian organik.Untuk  sejumlah kegiatan ini dianggarkan Rp 657 miliar.

Kendati begitu Mulyadi juga mengungkapkan konfigurasi anggaran dukungan infrastruktur pertanian akan mengalami refocusing program sebesar Rp 250 miliar. Dukungan pendanaan ini akan diarahkan untuk monitoring Agriculture War Room dan  Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) -penguatan penyuluhan pertanian hingga di tingkat kecamatan.

Adapun budget diantaranya berasal dari belanja alsintan yang mulai tahun 2020 ini tidak ada lagi pembagian traktor secara massif kepada petani seperti sebelumnya. "Tapi eksavator tidak kita bagikan lagi.Kalau pembagian pompa air masih kita bagikan tapi jika situasinya genting jika terjadi kejadian kekeringan," pungkasnya.kbc11

Sebagai gantinya, Kementan mendorong program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian dengan suku bunga 6%. Tahun ini Presiden Jokowi menargetkan serapan kredit mencapai Rp 50 triliun.kbc11

Bagikan artikel ini: