Grab berniat bangun pabrik daur ulang ponsel di Indonesia

Minggu, 26 Januari 2020 | 17:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Grab dikabarkan berminat untuk menanamkan modalnya di Indonesia dalam bidang pengembangan industri daur ulang ponsel usang atau remanufacture mobile phone.

Hal itu diungkapkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita setelah bertemu dengan pihak Grab pada rangkaian agenda menghadiri World Economic Forum (WEF) 2020 di Davos, Swiss.

"Saya juga sudah berbicara dengan pihak Grab. Mereka ada niat melakukan investasi remanufacturing dari mobile phone yang sudah relatif tua atau sudah rusak, yang nantinya menjadi mobile phone baru," katanya di Jakarta seperti dikutip dari keterangan resmi, Minggu (26/1/2020).

Menperin berharap investasi Grab dapat mendukung kebutuhan masyarakat Indonesia dalam kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0. Pasalnya, penggunaan teknologi komunikasi digital seperti ponsel menjadi salah satu kebutuhan penting di era tersebut.

Apalagi, jelas dia, industri ponsel di dalam negeri mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang cukup pesat selama lima tahun terakhir.

"Hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah yang terus memacu pengembangan di sektor telekomunikasi dan informatika," paparnya.

Baca Juga : Menperin Berburu Investor Asing ke Swiss

Seiring berkembangangnya sektor tersebut, Agus menegaskan bahwa pemerintah bertekad untuk memberikan perlindungan bagi industri Handphone, Komputer dan Tablet (HKT) di dalam negeri, termasuk kepada para penggunanya.

Hal itu juga sejalan dengan upaya menekan masuknya ponsel ilegal ke Indonesia yang berpotensi menimbulkan kerugian negara. Pemerintah pun telah menetapkan tiga peraturan menterin untuk mengatasi problem tersebut.

"Oleh karena itu, pemerintah menerbitkan kebijakan tentang International Mobile Equipment Identity (IMEI), yang akan membuat industri dan pasar kita terlindungi dari barang black market. Selain itu, pelanggan akan terjamin dengan produk yang berkualitas," tuturnya.

Menanggapi rencana investasi tersebut, President Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menjelaskan remanufacturing ponsel yang dimaksud adalah untuk menghasilkan ponsel-ponsel yang lebih terjangkau di masyarakat. Hal itu juga ditujukan untuk meningkatkan potensi ekonomi digital di Indonesia yang diproyeksi mencapai US$100 miliar.

Sementara itu, Group CEO dan Co-founder Grab, Anthony Tan menyampaikan Grab telah berkontribusi pada pengembangan dua pedoman industri yang tengah berkembang, yaitu platform ekonomi dan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI). Hal itu diungkapkannya dalam acara bertema 'Unlocking Technology for Good' di sela-sela kegiatan WEF 2020.

"Kami secara proaktif berkomitmen pada serangkaian prinsip utama pada proses kerja platform yang baik serta pengaplikasian teknologi AI, dan berharap hal ini dapat memberi manfaat bagi pemerintah dan perusahaan lainnya untuk mulai berkolaborasi dalam pemecahan masalah ini," tambahnya.

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, industri HKT merupakan salah satu sektor strategis yang dalam perkembangannya menunjukkan tren meningkat dan berkontribusi positif bagi perekonomian nasional. Pada 2018 industri HKT dalam negeri mampu memproduksi sebanyak 74,7 juta unit atau meningkat 23 persen dari tahun 2017 yang memproduksi sekitar 60,5 juta unit.

Sementara itu, dari sisi neraca perdagangan, produk HKT menunjukkan tren yang positif, dengan catatan ekspor di periode Januari-Agustus 2019 sebesar US$333,8 juta atau lebih tinggi dari impor pada periode yang sama senilai US$145,4 juta. kbc10

Bagikan artikel ini: