Hindari Virus Corona, Lion dan Sriwijaya Air stop sementara penerbangan ke Wuhan

Sabtu, 25 Januari 2020 | 21:04 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Maskapai Lion Air menetapkan rute penerbangan Denpasar-Wuhan, Tiongkok pada 24-26 Januari 2020 hanya beroperasi membawa penumpang dari Bali.Sebaliknya, penerbangan Wuhan-Denpasar hanya ferry flight atau hanya membawa kru dan tidak melayani tamu atau penumpang.

Sedangkan penerbangan Denpasar-Wuhan mengalami perubahan direncanakan menjadi rute Denpasar ke Changsa-Bandar Udara Internasional Huanghua, Hunan, Republik Rakyat Tiongkok. "Untuk perkembangan lebih lanjut dan terbaru mengenai rute dimaksud, akan disampaikan kemudian," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

Danang menyatakan, perubahan dan pembatalan penerbangan merupakan implementasi dan langkah preventif terhadap penyebaran penyakit pneumonia berat di Wuhan. Upaya pencegahan pada penerbangan internasional juga berlaku dari dan ke Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia (KUL).

Hal ini sebagai upaya memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan udara kepada awak pesawat dan tamu atau penumpang.Antisipasi dilakukan mengacu pada surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia No. SR.01.0111/5888/2019 Pemberitahuan Kewaspadaan Penyakit Polio pada 30 Desember 2019 dan No PM.04.021111143/2020 Kesiapsiagaan dan Antisipasi Penyebaran Penyakit Pneumonia Berat yang belum diketahui etiologinya pada 03 Januari 2020.

Dalam tindakan pencegahan dimaksud, merekomendasikan guna menyediakan dan melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku serta menyediakan dan menggunakan masker, sarung tangan (hand gloves) dan cairan/gel pembersih tangan (hand sanitizer) guna antisipasi tertular pada awak pesawat dan petugas layanan darat."Lion Air sudah menginformasikan kepada seluruh tamu atas perubahan dan pembatalan penerbangan pada rute yang terkena dampak," tambahnya.

Keputusan sama juga dilakukan maskapai Sriwijaya Air. Menurut Dirut Sriwijaya Air Jefferson Jauwena mengatakan pihaknya memutuskan untuk menghentikan sementara layanan penerbangan dari dan ke Kota Wuhan, Tiongkok. Hal ini guna mengantisipasi penyebaran virus korona yang saat ini sedang menjadi perhatian dunia.

Keputusan itu merujuk pada NOTAM (A notice to airmen) G0108/20 yang diterbitkan oleh International Notam Office Beijing terhadap maskapai Indonesia yang melakukan penerbangan dari dan ke Kota Wuhan, China untuk sementara tidak dapat dilakukan.

"Terkait dengan virus korona, penerbangan ke dan dari Wuhan untuk sementara waktu kami hentikan sampai dengan adanya pemberitahuan secara resmi dari pemerintah setempat dan kami masih terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait," ujarnya.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti mengeluarkan NOTAM kepada Sriwijaya Air dan juga Lion Air untuk menghentikan sementara penerbangan ke Wuhan di Tiongkok menyusul adanya surat edaran dari otoritas penerbangan Tiongkok yang menyebutkan adanya penyebaran virus korona dari manusia ke manusia.kbc11

Bagikan artikel ini: