Dua sektor ini diramal bakal moncer di Tahun Tikus Logam

Sabtu, 25 Januari 2020 | 19:50 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Warga Tionghoa merayakan tahun baru Imlek, Sabtu (25/1/2020). Hans Kwee,

Direktur PT. Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, memasuki tahun Tikus Logam kalender China, ada dua sektor yang diperkirakan mentereng di tahun ini.

"Sektor properti dan tambang logam," jelas Hans.

Dia menguraikan, Tahun Tikus Logam diyakini memiliki unsur tanah paling dominan. Jika dikaitkan dengan sektor propeti, sektor ini akan mendapat dukungan dari suku bunga acuan yang turun 100 basis poin pada tahun lalu, serta beberapa pelongaran di kebijakan loan to value (LTV).

"Selain itu, tahun lalu masih tahun pemilu di mana banyak orang menahan diri berinvestasi di properti. Sedangkan tahun 2020, setahun setelah pemilu orang mulai berpikir investasi," paparnya.

Hans juga menilai, goyangnya investasi di produk asurasi dan reksadana sedikit banyak membuka angin segar bagi investasi properti. Pasalnya, peluang orang mengalihkan investasi sangat terbuka. "Investor akan berhati-hati dengan penawaran fixed rate industri asuransi akibat khasus Jiwasraya," ujarnya.

Dia menguraikan, ada beberapa hal yang menyebabkan investor cemas dengan sektor asuransi. Salah satunya, beberapa perusahaan asuransi menawarkan fixed rate lumayan tinggi tetapi melakukan penempatan di investasi saham dan pasar modal yang cenderung berisiko. "Hal ini yang membuka kekawatiran kasus sama terjadi di beberapa perusahaan asuransi," imbuhnya.

Di sisi lain, industri reksadana juga terpukul akibat rontoknya lebih dari 35 produk reksadana dari beberapa Manajer Investasi di akhir tahun lalu. Selama ini investor percaya investasi reksadana berisiko lebih rendah dari pada membeli sendiri saham.

"Investor kami perkirakaan akan memilih investasi yang menjajikan dan perlu waktu untuk memulihkan trauma yang ada," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: