Masuki usia 30 tahun, Perum Perindo komitmen implementasi GCG dengan gandeng KPK

Jum'at, 24 Januari 2020 | 12:55 WIB ET

JAKARTA - Di usia ke 30 tahun, Perum Perikanan Indonesia menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan memberikan sosialisasi tentang upaya pencegahan korupsi kepada seluruh karyawan. 

Upaya ini merupakan komitmen Perum Perindo untuk menjalankan usaha sesuai tata kelola aturan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dan taat pada hukum yang berlaku.

Perum Perindo menghadirkan Kasatgas Unit Pencegahan Korupsi di Sektor Swasta Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Roro Wide Sulistyowati untuk memberikan sosialisasi pada perayaan HUT Perum Perindo ke-30 pada Selasa (21/1/2020) di kantor pusat Perum Perindo.

Dirut Perum Perindo Farida Mokodompit berujar, tema peringatan HUT ke-30 Ini adalah Profesional Berintegritas untuk Perikanan Maju. Sesuai dengan usianya, angka 30 tahun diibaratkan sebagai insan di usia produktif untuk tumbuh dan terus maju memberikan kontribusi nyata bagi negara dan bangsa.  

"Profesional berintegritas ditujukan kepada seluruh insan Perindo untuk  bersama-sama mewujudkan kemajuan perikanan Indonesia," tuturnya.

Perum Perindo juga turut menghadirkan motivator Indonesia sekaligus pendiri ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian pada Rakornas Perum Perindo yang digelar di Sentul, 22-23 Januari 2020. Tujuannya, untuk mentransformasi karakter SDM Perum Perindo. 

Mengawali usia 30 tahun yang juga awal tahun 2020 ini, tambah Farida, diharapkan setiap insan Perindo dapat berupaya merealisasikan komitmen untuk berperilaku baik dan berpedoman dengan etika kerja. 

Melalui komitmen bersama diharapkan juga dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas secara terukur demi kemajuan perusahaan. Dan pada tahun 2020 ini, Perum Perindo menetapkan target produksi ikan dan hasil laut lainnya sebesar 28.500 ton. Target ini naik 57,99% dari produksi tahun lalu sebanyak 18.039 ton.

Adapun target yang dipasang 28.500 ton meliputi produksi lini perdagangan 25.003 ton, lini penangkapan hasil laut 2.013 ton dan lini budidaya 1.484 ton.

Kendati begitu, target tersebut baru 0,25% dari angka target produksi ikan nasional sebesar 15.440.000 ton pada 2020.

Farida Mokodompit mengatakan kontribusi Perum Perindo terhadap produksi ikan nasional masih kecil.

“Kami akan terus meningkatkan produksi melalui upaya ekstensifikasi alat produksi [tambak] dan peningkatan penyerapan ikan dari nelayan,” katanya.

Untuk mendukung hal itu, Perum Perindo  menerapkan berbagai strategi dan kebijakan. Pertama: perbaikan, rehabilitasi dan rekondisi baik mesin, peralatan dan kapal.

Kedua, perluasan tambak produksi di Bengkayang, Kalimantan Barat dari 6,8 hektare menjadi 18,8 hektare. Selain itu, Perum Perindo mengupayakan penambahan lahan kerja sama dengan BUMN lain.

Untuk merealisasikannya, lanjut Farida, dibutuhkan pula komitmen sumber daya manusia di tubuh Perum Perindo. kbc9

Bagikan artikel ini: