RedDoorz rambah bisnis kos-kosan berperabotan lengkap

Jum'at, 24 Januari 2020 | 08:57 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Tingginya permintaan sewa kamar alias kos di kota-kota besar mendasari RedDoorz untuk melirik bisnis operator kos-kosan.

Melalui brand KoolKost, RedDoorz menyediakan tempat tinggal indekos atau kos-kosan dengan perabotan yang lengkap layaknya rumah.

Vice President of Operations RedDoorz Adil Mubarak mengataka,n dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan urbanisasi yang sejalan dengan penaikan harga rumah. Fenomena ini memicu penaikan hunian indekos di Indonesia, khususnya bagi kalangan milenial dan generasi Z.

Permintaan kos-kosan, paling besar berasal dari Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. "Saat ini KoolKost telah tersebar di 14 kota di Indonesia, harapan kami bisa bertambah hingga 50 kota, " ujarnya dalam konferensi pers peluncuran KoolKost, Kamis (23/1/2020).

Lebih lanjut, Adil mengatakan bahwa KoolKost hadir untuk mengatasi kesenjangan antara permintaan dan ketersediaan terhadap tempat tinggal sewa jangka panjang. KoolKost telah mengoperasikan lebih dari 100 jaringan properti kos di 14 kota di seluruh Indonesia.

Produk indekos Redoorz ini juga tak membutuhkan deposit yang besar, khawatir akan kesepakatan kontrak, atau tekanan akan kondisi tempat tinggal yang tidakterprediksi seperti perawatan, perabotan rumah, dan asisten rumah tangga yang tidak bisa diandalkan. Layanan baru yang dioperasikan RedDoorz ini menyediakan layanan pelanggan 24 jam, WiFi berkecepatan tinggi, jasa pembersihan kamar, dan air isi ulang.

"Semua kamar KoolKost dilengkapi dengan kamar mandi dalam, serta perabotan dan perlengkapan berkualitas termasuk tempat tidur premium dengan matras yang nyaman, bersih, dan lemari pakaian dengan tempat penyimpanan yang cukup luas," ujarnya.

Hengky Manurung, Asisten Deputi Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyambut baik diluncurkannya KoolKost yang menyasar bisnis kos di Indonesia.

Menurutnya, peluncuran ini merupakan tindak lanjut manajemen RedDoorz untuk menjawab permintaan regulator untuk membedakan bisnis hotel dengan kos.

"Tujuannya agar bisnis perhotelan di Indonesia tetap terjaga ekosistemnya dan bertumbuh semakin menguntungkan serta untuk bisnis kos menjadi lebih terstruktur," ungkapnya. kbc10

Bagikan artikel ini: