Pendapatan masyarakat turun, simpanan di bawah Rp500 juta melambat

Kamis, 23 Januari 2020 | 08:28 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) mencatat sepanjang tahun 2019 simpanan nasabah dengan besaran di bawah Rp 500 juta tumbuh melambat yakni hanya 6,4%. 

“Simpanan di bawah Rp 500 juta melambat sejalan dengan perlambatan pendapatan masyarakat,” ujar Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah dalam konferensi pers KSSK, Rabu (22/1/2020). 

Namun pada awal tahun, Halim mengatakan, simpanan sempat mengalami peningkatan seiring dengan besarnya gelontoran anggaran program bantuan sosial dari pemerintah sebagai bagian dari strategi fiskal  countercyclical di tengah perlambatan ekonomi. 

Simpanan kategori Rp 500 juta-Rp 1 miliar tumbuh paling tinggi yaitu mencapai 8,3% di 2019. Sementara simpanan kategori di atas Rp 2 miliar hanya tumbuh 6,3%. 

Halim menerangkan, pergerakan dana masyarakat terbilang normal sepanjang tahun lalu. Toh, suku bunga simpanan dinilainya cenderung stabil pada rata-rata 6,64%, meski ada penurunan suku bunga Bank Indonesia 

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 6,54%, sedangkan kredit tumbuh 6,08%  pada akhir Desember lalu. 

Per kelompok buku, pertumbuhan DPK Buku I mencapai 9,94% yoy, sedangkan DPK Buku II tumbuh 10,8% yoy.  “Jadi Buku I dan II cenderung lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan industri,” sambung Halim. 

Dia menegaskan bahwa LPS melihat pergerakan perpindahan dana antar satu bank buku ke bank buku lainnya masih dalam batas normal.

LPS juga tidak mengidentifikasi adanya penarikan dana secara berlebih sepanjang kuartal IV-2019. “Indikator-indikator yang kami pantau untuk  flight to quality  atau  flight to safety  masih bergerak dalam batas normal.

Hal ini juga tercermin pada indikator kestabilan perbankan yang terus menunjukkan penurunan ke indeks 99,92 yang berarti kondisi perbankan stabil,” tutur Halim. kbc10

Bagikan artikel ini: