BNI bukukan laba bersih Rp15,38 triliun di 2019

Kamis, 23 Januari 2020 | 08:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 15,38 triliun sepanjang tahun 2019.

Direktur Keuangan BNI Ario Bimo mengatakan,  untuk laba operasional sebelum pencadangan akhir 2019 sebesar Rp 28,32 triliun atau tumbuh 5% year on year.

Perolehan laba ini ditopang dari pendapatan non bunga sebesar Rp 11,36 triliun atau tumbuh 18,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 9,62 triliun.

"Pertumbuhan pendapatan non bunga ini ditopang oleh pertumbuhan recurring fee sebesar 17,7% year on year. Sekitar 27,4% dari FBI (fee based income) yang terhimpun, berasal dari aktivitas bisnis internasional BNI melalui kantor BNI cabang luar negeri," kata Ario dalam konferensi pers di kantor BNI, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Baca juga: Kereta Cepat dan Jerat Utang yang Membayangi China

Dia mengungkapkan kenaikan, fee based income dikontribusi oleh pertumbuhan pada segmen konsumer banking yaitu pengelolaan kartu debit yang tumbuh 39,6%, komisi pengelolaan rekening yang naik 16,3%, komisi ATM meningkat 13,2% dan komisi kartu kredit tumbuh 10,6%.

Kemudian FBI juga ditopang oleh aktivitas pada Segmen bisnis banking yang menghasilkan komisi dari surat berharga yang tumbuh 86,9% yoy, komisi kredit sindikasi tumbuh 56,8% yoy serta komisi trade finance yang meningkat 4,85%.

Selain itu penyaluran kredit BNI tercatat Rp 556,77 triliun tumbuh 8,6% dibandingkan periode 2018 Rp 512,78 triliun.

"Dengan pertumbuhan tersebut BNI mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp 36,6 triliun atau tumbuh 3,3% dibandingkan periode yang sama 2018 sebesar Rp 35,45 triliun. Pertumbuhan ini mampu menjaga ROE pada posisi 14% di akhir 2019," jelas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: