Ada potensi risiko global, ini langkah strategis BI

Rabu, 22 Januari 2020 | 18:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mewaspadai adanya potensi risiko, baik yang berasal dari perekonomian global maupun domestik.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, potensi risiko global ini bisa menganggu stabilitas sistem keuangan Indonesia.

"Kita meningkatkan koordinasi kebijakan stabilitas sistem keuangan dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Dia menambahkan, Bank Indonesia (BI) terus memperkuat bauran kebijakan. Dimana kebijakan moneter akomodatif tetap dipertahankan, konsisten dengan perkiraan inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran 3+1% pada tahun 2020.

"Sejak Juli 2019, BI telah menurunkan suku bunga kebijakan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebanyak 4 kali sebesar 100 bps. BI juga memperkuat kebijakan makroprudensial akomodatif di tengah stabilitas sistem keuangan yang terjaga," jelasnya.

Hal ini dilakukan melalui pelonggaran pengaturan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM)/RIM Syariah dan mendorong permintaan kredit pelaku usaha melalui pelonggaran ketentuan rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV). Termasuk tambahan keringanan rasio LTV/FTV untuk kredit/pembiayaan properti dan uang muka Kredit Kendaraan Bermotor yang berwawasan lingkungan.

Selain itu, kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan juga terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. kbc10

Bagikan artikel ini: