Ingin UMKM naik kelas, plafon KUR Mikro dikerek jadi Rp50 juta

Rabu, 22 Januari 2020 | 10:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah terus mendorong agar pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa naik level, yakni dari mikro naik ke usaha kecil dan pengusaha kecil naik ke usaha menengah.

Salah satunya dengan memberi umpan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan suku bunga rendah. Tahun ini, pemerintah menurunkan suku bunga KUR menjadi 6 persen.

Selain itu, pemerintah meningkatkan plafon KUR mikro dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta. Total akumulasi plafon KUR Mikro sektor perdagangan dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta untuk debitur KUR Baru.

"Pemerintah menaikkan plafon karena banyak kenaikan harga," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Pemerintah juga meningkatkan target penyaluran KUR tahun 2020 sampai tahun 2024. Total plafon KUR ditingkatkan dari Rp140 triliun menjadi Rp190 triliun pada tahun 2020. Selama lima tahun akan terus ditingkatkan bertahap hingga jumlahnya Rp325 triliun pada tahun 2024.

Iskandar menambahkan pemberian KUR kepada pelaku usaha memiliki batasan. Jika pelaku usaha sudah bisa naik kelas, subsisdi dari pemerintah pun tidak akan diberikan lagi. "Kalau sudah bisa sendirian, nanti kita lepaskan, jangan disuapi lagi," ujarnya.

Pemerintah juga telah mengeluarkan empat jenis pembiayaan untuk membantu mengembangkan usaha UMKM. Pertama, Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) dari BUMN dan CSR/TJSL dari Perusahaan Swasta.

Kedua, lewat Kementerian Keuangan berupa ultra mikro, LPDB berupa dana bergulir, Bank Wakaf Mikro berupa kredit mikro dan PT PNM lewat Mekaar. Ketiga, Lembaga Keuangan Bank dan Non-bank berupa KUR. Keempat Lembaga Keuangan Bank dan Non-bank berupa kredit komersial. kbc10

Bagikan artikel ini: