Ditopang layanan data, industri telekomunikasi 2020 ditaksir tumbuh 7%

Sabtu, 11 Januari 2020 | 20:18 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Industri telekomunikasi dii Tanah Air pada tahun 2020 ini diprediksi bakal tumbuh single digit di level 7 persen.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Ririek Adriansyah mengatakan, pendapatan dari layanan internet atau data, akan menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan industri telekomunikasi di tahun ini.

“Untuk data kami yakin masih akan tumbuh karena akan terjadi peningkatan penetrasi smartphone yang lebih banyak sehingga pengguna data juga akan bertambah dan konsumsi volume data per pengguna data juga masih bisa tumbuh,” kata Ririek, seperti dikutip, Jumat (10/1/2020).

Data masih menjadi penopang utama dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut seiring dengan perubahan perilaku masyarakat yang makin gemar menggunakan internet.

Di samping itu, pertumbuhan akan didorong oleh penetrasi gawai yang melonjak sering dengan keluarnya gawai dengan model baru dan kebiasaan masyarakat yang memiliki gawai lebih dari satu buah.

Ririek juga memperkirakan penurunan legacy (layanan panggilan suara dan sms) masih akan menghantui industri pada tahun ini. Meski demikian, ATSI berharap penurunan tidak setajam beberapa tahun terakhir.

“Kami harapkan semoga bisa lebih landai. Secara keseluruhan, exposure kami atas risiko penurunan legacy ini masih ada tapi sudah mengecil,” kata Ririek.

Pada kuartal III-2019 lalu, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengalami penurunan pendapatan legacy sebesar 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018, dari Rp 32,01 triliun pada 2018 menjadi Rp 25,08 triliun.

Sementara itu, PT Indosat Tbk mencatat pendapatan legacy sebesar Rp 2,68 triliun pada kuartal III 2019, turun 46,71 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018 sebesar Rp 5,03 triliun.

XL mencatat pendapatan non data sebesar Rp 2,85 triliun pada kuartal III 2019, turun 28,57 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp 3,99 triliun. kbc10

Bagikan artikel ini: