Dorong investasi, harga lahan di kawasan industri maksimal Rp200 ribu/M2

Rabu, 8 Januari 2020 | 08:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah terus mendorong kemudahan investasi yang masuk di Tanah Air. Salah satunya dengan mengendalikan harga lahan.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan, harga tanah di kawasan industri (KI) bakal dipatok tidak lebih dari Rp 200 ribu/meter. Hal ini setelah pihaknya mendapat banyak masukan dari asosiasi dan pelaku usaha yang mengeluhkan harga tanah di KI melonjak tinggi.

"Sesuai dengan arahan Presiden, pembangunan ini tidak boleh dihambat-hambat. Jangan mempersulit perizinannya dan harga tanah tidak boleh lebih dari Rp 200ribu/m2," ucap Bahlil seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (7/1/2020).

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Ikmal Lukman menjelaskan, banyak perusahaan China yang pindah ke Vietnam. karena harga tanah di sana murah dan ada kepastian insentif investasi. 

"Permasalahan harga tanah yang tinggi akan mempengaruhi daya saing investasi Indonesia," ujar dia.

Untuk mengatasi lonjaknya harga tanah, perlu segera disiapkan site plan dan master plan sehingga dapat dilakukan penetapan lokasi (penlok) KI.

Sebagai informasi, pemerintah sedang mempercepat pembangunan KI Brebes, Jawa Tengah. KI Brebes dibangun untuk memberikan kepastian dan kemudahan investasi khususnya di Provinsi Jawa Tengah. Percepatan pembangunan KI Brebes ini merupakan tindak lanjut Perpres No 79 tahun 2019.

Kementerian BUMN telah menunjuk PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) sebagai pengelola KI Brebes. PT KIW merupakan salah satu dari 6 BUMN yang ditunjuk untuk mengelola KI di Indonesia. kbc10

Bagikan artikel ini: