Banyak pohon tumbang akibat angin kencang, ini penyebabnya

Selasa, 7 Januari 2020 | 23:34 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Dalam beberapa hari terakhir kawasan Surabaya dan Sidoarjo diterjang cuaca ekstrem yang mengakibatkan banyaknya pohon tumbang dan merusak beberapa fasilitas umum seperti tiang listrik bahkan korban jiwa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga terus mengingatkan bahwa setiap memasuki musim hujan dan saat musim hujan selalu diikuti angin puting beliung.

Dr. Ir. Amien Widodo, M.Si dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjelaskan, banyak ahli di dunia menyebutkan bahwa beberapa tahun ini kondisi cuaca semakin ekstrem.

"Cuaca ekstrem ini adalah salah satu dampak perubahan iklim. Ini berarti angin puting beliung akan banyak terjadi dan kekuatannya semakin besar atau ekstrem serta dampaknya akan semakin luas," jelasnya melalui keterangan tertulis, Selasa (7/1/2020).

Ditambahkannya, beberapa tahun ini, pohon tumbang semakin sering dan semakin banyak. Di Surabaya saja, pada 5 Januari 2020 lalu ada 78 pohon tumbang. "Korban sudah banyak, kerusakan dan kerugian juga tidak sedikit. Waktunya pemerintah mendeklarasikan Darurat Pohon Tumbang agar ada gerakan bersama-sama untuk mengurangi risiko korban dan kerusakan akibat pohon tumbang," tukas Amien.

Menurutnya, pohon peneduh di pinggir jalan, di taman, dan di ruang publik lainnya diberlakukan sebagai 'bangunan' karena pohon ini sengaja ditanam. Pengurangan risiko angin ini antara lain dengan jalan memeriksa, memonitoring dan meremajakan pohon yang akan diterjang angin.

"Tapi mestinya tidak hanya pohon, melainkan seluruh bangunan tegakan seperti papan reklame, bando, baliho, dan sebagainya," ulasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Adjie Pamungkas, ST., M.Dev.Plg, Ph.D juga dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Menurutnya, selama ini pemerintah sudah ada Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemangkasan Pohon, pihaknya pun mengusulkan untuk memeriksa batang pohon. 

Ditambahkan Adjie, beberapa kasus pohon tumbang disebabkan antara lain pohon sudah tua dan sudah tidak tumbuh lagi, keropos di bagian tengahnya, dimakan rayap dan batang-cabangnya mulai mengering,, penanaman awal bukan bibit tapi stek sehingga akar berkembang ke samping. Selain itu pohon sudah miring dan mulai ada retakan di sekeliling pohon.

"Kalau sekiranya kondisi pohon sudah rawan roboh dan membahayakan masyarakat di sekitarnya maka segera ditebang dan diganti yang baru. Jangan biarkan angin merobohkan tanpa arah dan membahayakan orang atau properti yang ada di bawahnya. Tindakan ini adalah bagian dari mitigasi bencana untuk pengurangan risiko bencana akibat angin kencang," jelasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: