Terdampak gejolak ekonomi, asumsi pertumbuhan industri pengolahan pengolahan 4,8%

Senin, 6 Januari 2020 | 18:24 WIB ET
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan pertumbuhan industri pengolahan non-migas pada 2020 sebesar 4,80% dengan asumsi ketika sektor ini tidak mampu menghadapi gejolak ekonomi global dan domestik (low scenario).

Namun jika seluruh sektor pendukung pertumbuhan industri bergerak optimal, diyakini industri pengolahan non-migas dapat tumbuh ke level 5,30% (high scenario).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memperkirakan tahun ini industri pengolahan non-migas mampu memberikan sumbangan kepada PDB sebesar 17,80% (low scenario) dan 17,95% (high scenario).

Dengan asumsi tersebut, angka pertumbuhan industri pengolahan non-migas dan kontribusinya terhadap PDB lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. "Kontribusi industri pengolahan pada PDB nasional (triwulan III-2019) sebesar 19,62%, ini yang terbesar dibandingkan kontribusi sektor ekonomi nasional lainnya. Maka tidak salah jika fokus pemerintah adalah mengembangkan industri pengolahan atau manufaktur," ujar Agus dalam kl Outlook Pembangunan Sektor Industri Tahun 2020, di Jakarta, Senin (6/1/2020).

Selain itu, Kemenperin juga meyakini tingkat realisasi investasi sektor industri pada 2020 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam skenarionya, realisasi investasi akan mampu menyentuh level Rp 307 triliun (low scenario) dan Rp 351 triliun (high scenario). Dengan begitu nilai akumulasi realisasi investasi sektor industri sejak 2015 bisa mencapai Rp1.624,5 triliun.

Kemenperin menyatakan pada tahun ini sektor industri diyakini dapat menyerap tenaga kerja hingga 19,66 juta orang.Hingga Agustus 2019, Kemenperin mencatat jumlah tenaga kerja yang terserap sektor industri mencapai 18,93 juta orang. 

Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan pencapaian pada periode Agustus 2018 yang hanya terserap 18,25 juta orang. Dengan semakin banyaknya kawasan industri yang beroperasi, kata Menperin, dipastikan angka penyerapan tenaga kerja di sektor industri akan semakin besar pada 2020.

"Tiga besar penyerapan tenaga kerja pada Agustus 2019 adalah industri makanan sebanyak 4,74 juta orang, industri pakaian jadi 2,65 juta orang dan 1,69 juta orang pada industri kayu, barang dari kayu," pungkasnya kbc11

Bagikan artikel ini: