Pemerintah pastikan tarif listrik non subsidi tetap hingga Maret 2020

Jum'at, 3 Januari 2020 | 10:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak akan menaikkan tarif tenaga listrik bagi pelanggan non subsidi pada periode Januari-Maret 2020.

Besaran tarif tenaga listrik periode Januari-Maret 2020 sama besarnya dengan besaran tarif tenaga listrik yang diberlakukan periode Oktober-Desember 2019.

"Sebagaimana telah disampaikan Menteri ESDM sebelumnya, besaran tarif tenaga listrik non subsidi pada periode Januari-Maret 2020 tidak berubah (tidak naik)," ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/1/2020).

Kementerian ESDM mengungkapkan, keputusan untuk tidak menaikkan tarif listrik non subidi ini agar masyarakat, terutama para pelaku usaha, tidak terbebani tarif listrik.

Meski begitu, berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 Tahun 2019, apabila terjadi perubahan terhadap asumsi ekonomi makro, pemerintah bisa melakukan penyesuaian tarif tenaga listrik setelah Maret 2020.

Berikut besaran tarif lisirik pada Januari-Maret 2020:

1. Rp 1.467,28 /kWh

Tarif ini berlaku untuk pelanggan:

  • R-1 rumah tangga kecil dengan daya 1300 VA,
  • R-1 rumah tangga kecil dengan daya 2200 VA 
  • R-1 rumah Tangga menengah dengan daya 3.500-5.500 VA 
  • R-1 rumah tangga besar dengan daya 6.600 VA ke atas
  • B-2 Bisnis menengah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA
  • P-1 kantor pemerintah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA

2. Rp 1.352/kWh

Tarif ini berlaku untuk rumah tangga daya 900 VA (R-1/900 VA-RTM).

3. Rp 1.114,74/kWh

Tarif ini berlaku untuk pelanggan tegangan menengah yaitu B-3 bisnis besar dengan daya di atas 200 kVA dan P2 kantor pemeritah dengan daya di atas 200 kVA;

4. Rp 996,74/kWh

Tarif ini berlaku untuk pelanggan tegangan tinggi, yaitu I-4 industri besar dengan daya 30 MVA ke atas. kbc10

Bagikan artikel ini: