Banjir Jabodetabek berpotensi picu inflasi di Januari 2020

Kamis, 2 Januari 2020 | 22:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Banjir yang masih menerjang berbagai wilayah di Jabodetabek dikhawatirkan akan mempengaruhi proyeksi inflasi pada Januari 2020.

"Banjir, tentunya akan berpengaruh, kalau itu kontinu. Apabila selama banjir ini tidak berpengaruh kepada pasokan dan distribusi, besok akan pulih. Itu pengaruhnya tidak akan besar tapi pasti ada," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (2/1/2020).

Maka itu, lanjut dia, pihaknya berharap, kalau banjir tidak akan terus menerus, karena semua pihak harus berjalan kaki terus-terusan.

"Kita harapkan banjir ini sudah selesai. Sehingga semua musibah ini akan berhenti," ungkap dia.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 209 mengalami inflasi sebesar 0,34% (month to month/mtm). Angka ini mengalami kenaikan dari November 2019 yang sebesar 0,14%.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto menyatakan, bila dilihat tahun kalender Januari hingga Desember 2019 maka inflasi sebesar 2,72% (year to date/ytd). Sementara, inflasi tahunan Desember 2019 sebesar 2,72% (year on year/yoy).

"Inflasi pada 2019 yang berada di bawah 3% itu merupakan inflasi terendah. Kalau kembali ke tahun-tahun berikutnya yang mendekati inflasi ini pada 2009 sebesar 2,78%. Tahun 1999 itu sebesar 2,13%," ujar dia dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta. kbc10

Bagikan artikel ini: