Vivo kaji boyong ponsel gaming iQoo Neo 855 ke Indonesia

Senin, 30 Desember 2019 | 08:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Vivo Mobile Indonesia tak menutuo kemungkinan untuk membawa ponsel gaming iQoo Neo 855 ke Indonesia. Hanya saja, sebelum merambah pasar, mereka harus melakukan riset audiens terlebih dahulu. 

Digital & PR Director Vivo Mobile Indonesia Fachryansyah Farandy mengatakan, hal itu perlu dilakukan agar mengetahui apakah konsumen memerlukan ponsel itu atau tidak.

"Kalau memang audiens dan pasarnya sudah siap, kita sebagai vendor smartphone tidak akan ragu untuk membawa iQoo Neo 855. Maka kita perlu lakukan riset terlebih dahulu," kata Fachry kepada awak media usai Year End Gathering Vivo di Hotel Pullman Jakarta, akhir pekan lalu.

Fachry pun mengakui bahwa pasar ponsel gaming saat ini memang 'menggiurkan' dan beberapa vendor ponsel lain tengah gencar membuat ponsel khusus gaming.

Vivo iQoo Neo 855 sendiri merupakan ponsel versi terbaru dari iQoo Neo yang dirilis pertengahan tahun 2019. Perbedaannya, ada di prosesor yang digunakan.

Vendor ponsel China itu menyematkan iQoo Neo 855 dengan cipset Snapdragon 855. Meski begitu, prosesor masih lebih rendah dibanding Vivo iQoo Pro yang menggunakan Snapdragon 855 Plus.

Namun, perusahaan tidak mengunggulkan fitur kamera untuk Vivo iQoo Neo 855. Terbukti dari sensor kamera yang disematkan tak begitu besar, masing-masing memiliki sensor 12 megapiksel, 8 megapiksel, dan 2 megapiksel untuk tiga kamera pada bagian belakang.

Dilansir dari GSMArena, kamera swafoto ponsel disematkan sensor 12 megapiksel. Selain itu, iQoo Neo 855 dibekali baterai sebesar 4.500 mAh dan kapasitas memori masing-masing 6GB+64GB dan 8GB+256GB.

Di negara asalnya, ponsel itu dibanderol dengan harga 1,988 Yuan atau sekitar Rp4 juta (6GB+64GB) dan 2,698 Yuan atau Rp5,4 juta (8GB+256GB). kbc10

Bagikan artikel ini: