Kabar terkini kasus sengketa domain BMW.id, arek Surabaya ini ajukan kasasi ke MA

Senin, 23 Desember 2019 | 13:32 WIB ET
Benny Muliawan
Benny Muliawan

SURABAYA, kabarbisnis.com: Perselisihan nama domain BMW.id yang sudah berlangsung sejak 2015 ternyata masih berlangsung dan berbuntut panjang hingga saat ini. Kasusnya saat ini bahkan dalam tahap kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Adalah Benny Muliawan, arek Surabaya yang juga konsultan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang merupakan pemilik nama domain BMW.id, resmi mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung (MA) pada 15 Oktober 2019 lalu, dan saat ini tengah menunggu nomor perkara oleh MA.

Langkah ini terpaksa dilakukan, setelah upaya gugatannya ke Pengadilan Negeri Tangerang dan banding ke Pengadilan Tinggi Banten ditolak. Sebelumnya sengketa ini juga sudah melalui prosedur Penyelesaian Perselisihan Nama Domain (PPND) oleh Pengelola Nama Domain ID (PANDI) yang melibatkan panelis, yang kemudian merekomendasi nama domain BMW.id dialihkan ke BMW Group.

Benny sendiri mempertanyakan kewenangan PPND dan PANDI dalam penyelesaian sengketa ini secara arbitrase, lantaran menurutnya hal tersebut tidak diatur dalam peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

Menurutnya, PANDI telah melakukan perbuatan melanggar hukum terhadap UU No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alfernatif Penyelesaian Sengketa. PANDI harusnya merujuk pada sistem MED-ARB yang berlaku dalam ketentuan Pasal 1 angka 10 jo. Pasal 6 angka 4, 6 dan 9 undang-undang tersebut, yang menyatakan, apabiIa para pihak tersebut dalam waktu paling lama 14 hari dengan bantuan seorang atau Iebih penasehat ahli maupun melalui seorang mediator tidak berhasil mencapai kata sepakat, atau mediator tidak berhasil memper'temukan kedua belah pihak, maka para pihak dapat menghubungi sebuah Iembaga arbitrase atau Iembala alternatif penyelesaian sengketa untuk menunjuk seorang mediator.

"Ini artinya upaya mediasi dapat dilanjutkan melalui Lembaga Arbitrase dan APS ferlebih dahulu dimana penyelesaiannya dilakukan dalam tenggang waktu maksimal 30 hari. Apabila usaha mediasi (APS) melalui lembaga tidak tercapai, maka para pihak berdasarkan kesepakafan secara tertulis dapat mengajukan usaha penyelesaiannya melalui Iembaga arbitrase atau arbitrase ad-hoc," jelas Benny di kantornya, akhir pekan lalu.

Dia menegaskan, PANDI sebagai Registri Nama Domain Tingkat Tinggi Indonesia tidak memiliki kewenangan unfuk mengalihkan Nama Domain sebagaimam diatur pada ketentuan Pasal 46 Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI No. 23 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Nama Domain, karena kedudukan PANDI bukan sebagai lembaga peradilan.

"Secam yurldls, PANDI hanya berwenang untuk: menolak pendaftaran Nama Domain jika tidak memenuhi persyaratan, menonaktifkan sementana penggunaan Nama Domain Tingkat Tinggi Indonesia, menghapus Name Domain jika pengguna melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan setelah ada putusan pengadilan dan/atau Iembaga arbitrase yang berkekuatan hukum tetap," tegasnya.

Jika memang PANDI ingin menyerahkan Nama Domain kepada pihak Iain, menurut Benny, tidak secara langsung begitu saja menyerahkannya, melainkan dengan tata cara prosedur sesuai aturan yang berlaku. Misalnya dengan penghapusan Nama Domain setelah ada putusan pengadilan atau lembaga arbitrase yang berkekuatan hukum, dan selanjutnya mempersilakan pihak Iain untuk mengajukan pendaftanan Name Domain tersebut sesuai peraturan yang berlaku.

"Jadi perolehan Nama Domain oleh pihak lain tidak bisa dengan mekanisme pengalihan, melainkan harus dengan cara pendaftaran lagi: Namun di sini PANDI dengan sewenang-wenang langsung mengalihkan domain BMW.id ke pihak lain, dalam hal ini BMW AG Jerman, sehingga menimbulkan kerugian maerial dan imaterial bagi pemilik domain yang sah, yakni Benny Muliawan," tambah Bobby Wijanarko, kuasa hukum Benny Muliawan.

Dijelaskannya, secara kasat mata kepemilikan nama domain BMW.id tidak bermaksud mendompleng ketenaran perusahaan otomotif BMW seperti yang dituduhkan pada somasi pada tahun 2015 lalu. 

Penggunaan nama domain BMW.id, menurut Bobby, berbeda dengan BNL Patent--brand yang sudah lama disandang Benny selaku konsultan HKI. Pasalnya, BMW lebih diarahkan untuk tujuan nirlaba yaitu membantu pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar mendapatkan perlindungan Hak kekayaan Intelektual yang memadai bagi bisnisnya, melalui layanan surat elektronik beralamatkan BMW.id. Hal tersebut telah dilakukan Benny Muliawan secara konsisten selama bertahun-tahun di Surabaya dan Sidoarjo.

Penggunaan nama BMW,diambil dari inisial nama Benny MuliaWan (BMW) selaku Konsultan Hak kekayaan Intelektual pertama di Indonesia.

Untuk itu, dalam kasasi yang diajukan ke MA tersebut, Booby menyebut ada beberapa permintaan yang diajukan Benny, yakni membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Banten tertanggal 5 Agustus 2019, menerima keberatan dan alasan sebagaimana tertuang dalam Memori Kasasi yang dimohonkan untuk seluruhnya, dan meminta domain BMW.id untuk dikembalikan kepada Benny Muliawan selaku pemilik yang sah. kbc7

Bagikan artikel ini: