Waspadai 6 titik rawan kecelakaan di tol trans Jawa ini

Minggu, 22 Desember 2019 | 14:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Volume kendaraan yang melintas di jalan tol mulai mengalami peningkatan seiring masuknya musim libur Naal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru). Jumlah kendaraan yang melintas di tol diperkirakan mencapai 4,7 juta unit selama musim libur akhir tahun ini. Angka ini meningkat sebesar 5,3% dibandingkan periode yang sama pada 2018 lalu. 

Oleh karena itu, para pengendara yang melintas di jalan tol tersebut diminta untuk waspada. Sehingga, kejadian kecelakaan bisa diminimalisir atau bahkan dihindari.

Bagi yang ingin berlibur dan melintas di jalan tol Trans Jawa, berikut enam titik rawan kecelakaan yang perlu diwaspadai. 

1. Ruas Jakarta- Cikampek, Km 55 sampai KM 56 jalur B. 

2. Ruas Palimanan-Kanci, Km 200 sampai km 203 jalur A dan B. 

3. Ruas Batang-Semarang, Km 371 sampai Km 374 pada kedua jalur 

4. Ruas Semarang-Solo, Km 431 sampai 432 jalur B 

5. Ruas Solo-Ngawi, Km 511 sampai 512 jalur B. 

6. Ruas Ngawi-Kertosono Km 643 sampai Km 644 jalur B. 

Penetapan enam titik rawan kecelakaan ini bukan tanpa pertimbangan. Salah satunya karena jumlah kecelakaan yang terjadi selama kurun waktu setahun terakhir. 

"Lokasi rawan dipetakan berdasarkan jumlah kecelakaan sepanjang Januari hingga Juni 2019," ujar Kepala Divisi Operasi dan Perawatan Jasa Marga Fitri Wiyanti, dalam keterangannya, Kamis (19/12/2019). 

Untuk kejadian paling menonjol, lanjutnya, dari keenam titik rawan tersebut ada di ruas Batas-Semarang dengan jumlah 25 kejadian. Setelah itu disusul 11 kejadian di Semarang-Solo, dan 10 kejadian di Solo-Ngawi. 

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) Budi Setiyadi, menyampaikan, sudah mengantisipasi adanya titik rawan kecelakaan baru. Terutama pada masa libur Natal dan Tahun Baru. 

Pertama adalah di ruas Cikampek, khususnya akses baru yakni Tol Layang Jakarta-Cikampek atau Elevated II. Menurut Budi, karena baru saja dibuka dan masih gratis, kemungkinan besar akan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berbondong-bondong melintasinya. 

"Mengingat ini menjadi sesuatu yang baru dan ditambah musim liburan, maka otomatis akan mendatangkan euforia tersendiri," kata Budi kepada Kompas.com akhir pekan lalu. 

Dikhawatirkan, lanjutnya, banyak pengendara yang terbawa suasana dan mengabaikan soal keselamatan yang konteksnya masalah kecepatan berkendara Sementara titik rawan kedua ada di Tol Cipali, baik yang mengarah ke Jakarta atau pun sebaliknya. 

Dengan karakter jalan yang lurus serta berdimensi kecil, potensi kecelakaan di Cipali memang cukup besar. 

"Kalau arah ke Jakarta itu biasanya terjadi karena pengendara yang lelah, karena bila dia dari Jawa Tengah atau Jawa Timur biasanya masuk ke Cipali itu pagi, artinya mereka sudah berjalan berjam-jam jadi ada potensi kelelahan dan hilang konsentrasi," ucap Budi. kbc10

Bagikan artikel ini: