ASDP prediksi penumpang naik 4,7 persen selama Nataru

Jum'at, 20 Desember 2019 | 08:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memprediksikan jumlah penumpang pada musim libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) mendatang bakal meningkat 4,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Operasional dan Teknik ASDP Indonesia Ferry La Mane mengatakan, total penumpang yang akan dilayani selama angkutan Nataru ini diprediksi sebanyak 2,23 juta orang atau naik 4,7 persen dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebanyak 2,13 juta orang.

"Diikuti kendaraan roda 4 sebanyak 305.173 unit atau naik 4,6 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 291.650 unit, dan roda 2 sebanyak 175.100 atau naik 4,2 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 168.072 unit," jelasnya, Kamis (19/12/2019).

Untuk memenuhi dan mengantisipasi jumlah penumpang, ASDP telah memastikan kesiapan alat produksi di sembilan lintasan terpantau nasional.  Selama angkutan Natal dan Tahun Baru,  ASDP menyiagakan 48 dermaga dan 187 unit kapal (termasuk swasta), yang tersebar di 15 unit pelabuhan dan 11 cabang pelayanan yang berada di sejumlah kota Indonesia.

Selain itu, persiapan pun dilakukan dengan meningkatkan sarana dan prasarana serta fasilitas pendukung dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan.

Terutama di lintasan tersibuk Merak-Bakauheni, yakni melakukan pengaturan kapal yang beroperasi dengan mengoperasikan kapal-kapal berukuran besar pada kondisi puncak, meningkatkan pelayanan di pelabuhan.

Pada pelabuhan Merak-Bakuheni dan Katapang-Gilimanuk pun ditambahkan 17 alat self check in sehingga pengguna dapat lebih cepat mendaftar.

Selain itu, dibuatkan pula jalur khusus bagi penumpang yang melakukan pembelian secara online. Penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru akan dimulai pada 19 Desember 2019 dan berakhir pada 6 Januari 2020.

Adapun, sembilan lintasan penyeberangan yang terpantau nasional selama angkutan Natal dan Tahun Baru 2019, yaitu Merak - Bakauheni atau lintasan tersibuk yang dikelola, Ketapang - Gilimanuk, Padangbai- Lembar, Kayangan - Pototano, Tanjung Kelian - Tanjung Api-api, Bitung - Ternate, Hunimua - Waipirit, Ajibata-Ambarita dan Telaga Punggur - Tanjung Uban. kbc10

Bagikan artikel ini: