Batasi kecepatan, Tol Layang Jakarta-Cikampek dibuat bergelombang?

Selasa, 17 Desember 2019 | 09:51 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Para pengendara di Tol Layang Jakarta-Cikampek yang resmi dioperasikan pada 15 Desember 2019 diminta untuk lebih jeli mengontrol kecepatan kendaraan. Pasalnya, ada pembatasan kecepatan maksimal kendaraan 80 kilo meter (Km) per jam.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi mengaku mendapat keluhan masyarakat karena kendaraannya tidak bisa melaju di atas 80 Km per jam saat melintas Tol Layang Jakarta-Cikampek.

"Kecepatan 60-80 maksimal masyarakat sudah banyak yang komplain," kata Budi, di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Budi mengungkapkan, alasan pembatasan kecepatan kendaraan hanya 80 Km per jam di Tol Layang Jakarta-Cikampek sebab sambungan jembatan atau expansion joint belum sempurna.

Jika melalui jalan tol layang Jakarta-Cikampek dengan kecepatan tinggi akan menimbulkan guncangan sehingga dikhawatirkan kendaraan tidak bisa dikontrol.

"Kenapa tak boleh di atas 80 km per jam karena ada yang namanya expansion joint, sambungan yang belum begitu bagus. Jadi bisa ada lompatan dikit yang cukup berbahaya," tuturnya.

Budi pun telah berkordinasi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, untuk menyempurnakan sambungan jembatan agar kendaraan tidak lagi merasakan guncangan saat melintasinya.

"Pak Dirjen Bina Marga mau memperbaiki itu dalam waktu dekat. jadi pas kita lewat situ sebenarnya kayak model polisi tidur, tapi kalo kecepatan tinggi itu potensinya gini, kayak lompat sedikit. itu yang bahaya," tadasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: