Naik 29 persen, ekspor mobil asal RI tembus 275.364 unit per Oktober

Kamis, 5 Desember 2019 | 10:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Di saat pasar mobil di dalam negeri cenderung melambat, ekspor kendaraan bermotor asal Indonesia justru mengalami peningkatan.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan ekspor untuk mobil utuh (CBU) dan mobil terurai (CKD) sepanjang Januari-Oktober 2019 mengalami kenaikan 29 persen dibandingkan tahun lalu.

Sekretaris Jenderal Gaikindo, Kukuh Kumara menyebut, untuk ekspor mobil CBU mencapai 275.364 unit per Oktober 2019. Sedangkan ekspor CKD juga masih tercatat tumbuh hingga 483 persen yang mencapai 397.885 unit sampai dengan Oktober 2019.

"Ini berarti potensinya masih tinggi, meskipun sebelumnya sempat turun tajam akibat tren 5 tahun karena pemilu. Ekspor juga tumbuh di tengah produksi dan permintaan turun," ujarnya, dalam sebuah diskusi yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Kendati demikian, permintaan pasar sejauh ini sempat meningkat tipis menjadi 1,15 juta unit pada 2018, dari sebelumnya 1,08 juta unit pada 2017. Namun, permintaan pasar domestik justru cenderung turun menjadi sekitar 1 juta unit pada 2019.

Dengan tren yang serupa, produksi mobil di domestik juga sempat melonjak menjadi 1,34 juta unit pada 2018 dari sebelumnya 1,21 juta unit pada 2017. Namun pada 2019, produksi mobil domestik juga cenderung stagnan menjadi sekitar 1,3 juta unit.

Kukuh menjelaskan, jumlah ekspor CBU dan CKD tersebut menggembirakan di tengah sejumlah kebijakan proteksionis atas negara di ASEAN yang menjadi tujuan ekspor mobil dari Indonesia. Salah satunya, terjadi dari pemerintah Vietnam.

"Dengan adanya aturan baru itu dari Vietnam itu, ekspor dari Indonesia yang semula hanya 1 minggu sudah bisa sampai ke dealer, menjadi sekitar 60 hari karena ada pemeriksaan soal emisi yang sesuai," kata Kukuh. kbc10

Bagikan artikel ini: