Maju calon ketum Kadin Jatim, ini sederet program dan visi-misi Jamhadi

Jum'at, 29 November 2019 | 16:18 WIB ET

SURABAYA - Nama Dr Ir Jamhadi,MBA, sudah tidak asing lagi di kalangan pengusaha, akademisi, pemerintah, dan komunitas di Jawa Timur. Peraih doktor Ilmu Ekonomi Untag 45 Surabaya ini kerap menjadi narasumber dan keynote speaker di beberapa seminar, workshop, atau business forum di dalam maupun di luar negeri. 

CEO PT Tata Bumi Raya ini pernah memimpin Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kota Surabaya dua periode, yaitu 2009-2014 dan 2015 - 2019. Beberapa jabatan di organisasi atau lembaga Pemerintah disandangnya. Seperti Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Alumni (Ikba) Untag 45 Surabaya, Co Founder Surabaya Creative City Forum (SCCF), Dewan Pembina Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Jatim, pengurus Gapensi, Ikatan Doktor Ekonomi Indonesia (IDEI), dan sejumlah organisasi lain. 

Di dunia bisnis, Jamhadi tercatat sebagai CEO PT Tata Bumi Raya, Komisaris Utama PT Surya Bangun Indah, Komisaris Utama PT Masterindo Consultant, dan beberapa perusahaan lain. Tidak cukup disitu, Jamhadi juga pernah menjadi Stah Ahli Wali Kota Surabaya, Bambang Dwi Hartono, dan Dewan Pengawas PDAM Surya Sembada. Dan Senior Business Officer East Java Global Economic Service yang mendapat SK dari Soekarwo saat jadi Gubernur Jawa Timur. 

Lama berkutat di dunia usaha, organisasi hingga akademisi serta komunitas, kini Jamhadi ingin mengabdikan diri dengan maju sebagai calon Ketua Umum KADIN Jawa Timur periode 2020-2025 melanjutkan keberhasilan La Nyalla Mahmud Mattaliti, dalam Musyawarah Provinsi (MUSPROV) VII Kadin Jatim yang akan digelar mulai 18 Desember 2019 di Shangri La Hotel Surabaya. 

"Insya Alloh saya akan meningkatkan koordinasi peran KADIN kabupaten/kota agar ikut mengelola potensi ekonomi kabupaten/kota demi kesuksesan dan kesejahteraan bersama. Potensi alam yang melimpah dan masyarakat Jatim yang ramah serta produktif bisa menjadikan kinerja Jatim nomor 1 di Indonesia dan dunia," ujar Jamhadi. 

Dalam mengoptimalkan potensi tersebut, Jamhadi akan menggandeng unsur ABCG (akademisi, bisnis, community, government), tentu bersama dengan Kadin kabupaten/kota se-Jatim dan pengurus KADIN Jatim. 

"Jika saya diberi amanah jadi Ketua Kadin Jatim, akan lebih mengoptimalkan potensi Jatim utamanya bidang usaha TTI (Trade, Tourism, Investment). Kami harus dekat dengan semua unsur ABCG dalam mencapai tujuan tersebut, dan meningkatkan kerjasama dengan Konjen luar negeri yang ada di Jawa Timur," ujar Jamhadi, yang diberi amanah oleh La Nyalla sebagai Tim Ahli Kadin Jatim dan Direktur Kadin Institute. 

Selain meningkatkan sektor TTI, Jamhadi juga mendorong lembaga pembiayaan supaya lebih mudah dalam menyalurkan modal usaha kepada pelaku UMKM dan startup di bawah binaan KADIN. 

"Kami kemarin bertemu dengan beberapa pengusaha, seperti dari Bank Maspion, PT Pertamina melalui dana PKBL, dan BUMN lainnya. Tak lepas juga KUR dari BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Jatim, BTN, crowd funding, serta perbankan lainnya. Ada lagi permodalan usaha melalui Go Public IPO bagi UKM," ujar Jamhadi. 

Dengan dukungan modal dan dibekali manajemen, Jamhadi yakin ekonomi kreatif dan UMKM di Jatim bisa naik kelas. Ditambah, program communal branding untuk meningkatkan daya saing. 

"Semua anggota masyarakat dan pengusaha yang menjadi anggota KADIN akan mendapat manfaat dari kita dan saling memberikan manfaat diantara kita. Dengan demikian, perdagangan, wisata, dan investasi meningkat, industri berjalan dengan baik, lapangan kerja dan lapangan usaha terbuka luas di seluruh pelosok Jatim bersama Kadin kabupaten/kota se-Jatim dengan asosiasi seluruh pengusaha-nya," jelas Jamhadi. 

"Productivity Center harus dilaksanakan agar peningkatan upah setiap tahunnya menjadikan semangat untuk meningkatkan daya saing bersama," jelas Jamhadi. 

Dalam mencalonkan Ketua Kadin Jatim, berikut visi misi dan program kerja Jamhadi. 

Visi

Mewujudkan dunia usaha yang kuat, produktivitas meningkat, maju dan berdaya saing global, serta sejahtera bersama

Misi

1. Membangun SDM unggul yang produktif untuk mendukung industri yang berdaya saing di era globalisasi dan industrialisasi 4.0 serta pemanfaatan Internet of Things (IoT), bahkan menuju industry 5.0.

2. Mewujudkan komunal branding untuk meningkatkan peran serta masyarakat luas ke dalam dunia industri dan produksi yang lebih tangguh.

3. Meningkatkan kemitraan KADIN Jawa Timur bersama quatro helix (akademisi, bisnis, komunitas, Pemerintah).

4. Meningkatkan peran dan fungsi organisasi.

5. Menumbuhkembangkan aktifitas usaha melalui peningkatan entrepeneur.

PROGRAM KERJA 

1. Menginisiasi Raperda.

2. Perda ekonomi kreatif ;

3. Menyiapkan outlook ekonomi ke Pemerintah Kota/Kabupaten minimal setiap tahun sekali;

4. UMKM naik kelas dengan communal branding;

5. Pameran tematik satu tahu penuh setiap bulan dengan tema berbeda;

6. Kepemimpinan sistem delegasi sehingga para Wakil Ketua Umum adalah ketua yang sesungguhnya di bidangnya masing-masing;

7. Pemberdayaan peran KADIN kabupaten/kota se-Jawa Timur ditingkatkan dengan kerjasama quatro helix, yang kami sebut ABCG. Terdiri dari Akademisi, Bisnis, Community, Government. Dengan demikian, KADIN kabupaten/kota diperlukan keberadaannya;

8. Melakukan Sister KADIN, baik nasional maupun global;

9. Mendirikan Klinik Bisnis, yaitu :

a. Yang tidak mengerti bisnis bisa mendirikan perusahaan.

b. Meningkatkan strata perusahaan mikro kecil menengah besar sampai global, dan seterusnya.

c. Sebagai solusi bisnis dalam setiap permasalahan yang ada.

10. Bekerjasama dengan Badan Arbitrase Nasional (BANI);

11. Bekerjasama dengan KADIN Institute;

12. Menyediakan panduan ekspor dan riset pasar;

13. Membuat neraca barang, neraca tenaga kerja, neraca produk, dalam menghitung demand and supply;

14. Menyiapkan direktori produk;

15. Memiliki marketplace;

16. Menyiapkan co-working space;

17. Menghadirkan smart city, smart village, dan creative city, creative village;

18. Melaksanakan One Village One Product (OVOP) One Pesantren One Product (OPOP);

19. Mengakses pasar barang dan jasa serta keuangan termasuk crowdfunding (urun dana), bursa efek, bank konvensional, bank syariah, Bank Indonesia, OJK, Keuangan global, Kedubes, WTO, dll;

20. Kami sebagai Ketua Umum KADIN Jawa Timur berkolaborasi bersama Bupati/Wali Kota/ Gubernur untuk menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada pengusaha menjadi anggota KADIN yang saling memberi manfaat untuk meningkatkan outcome;

21. Meningkatkan peran CSR secara efektif. (*)

Bagikan artikel ini: