Kuota solar subsidi jebol, Pertamina sebut karena jalan tol baru

Jum'at, 29 November 2019 | 10:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Pertamina (Persero) memprediksi konsumsi Solar subsidi pada 2019 bakal membengkak menjadi sebesar 16 juta Kilo Liter (KL). Padahal pemerintah dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) mematok kuota sebesar 14,5 juta KL.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, penetapan alokasi kuota Solar subsidi dalam APBN pada 2019 di bawah tahun sebelumnya. Tercatat, pada 2019 kouta Solar subsidi sebesar 14,5 juta KL sedangkan pada 2018 tercatat 15,36 juta KL.

Padahal jika dilihat realisasi penyaluran selalu ada peningkatan. "Jika kita lihat angka realisasi 2017 itu 14 juta KL, di 2018 meningkat 7,2 persen jadi 15,36 juta KL. Kuota yang diberikan tahun ini jika dilihat lebih kecil dari realisasi 2018," katanya saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Nicke menjelaskan, dengan melihat tren pertumbuhan konsumsi yang meningkat, ?kuota Solar subsidi 14,5 juta KL hanya akan cukup hingga akhir November 2019. Pertamina pun memprediksi hingga akhir tahun konsumsi Solar subsidi mencapai 16 juta KL.

"Dengan demikian ini angka yang akan kami jadikan dasar penyaluran bio solar di 2019 yaitu angkanya 16 juta KL," tuturnya

Nicke mengungkapkan, peningkatan konsumsi Solar subsidi terjadi di daerah pertambangan dan perkebunan. Selain itu, juga disebabkan pengoperasian jalan tol baru Trans Jawa dan Sumatera.

Dia mengakui, sebelum adanya penambahan kuota dari pemerintah sempat terjadi kelangkaan Solar di sejumah daerah, sebab Pertamina mengalami kekurangan solar subsidi.

Namun, pemerintah pun telah mendapat persetujuan pemerintah untuk menambah kuota Solar subsidi sehingga kelangkaan dapat teratasi.

"Sehingga ini kami sekarang bekerja dengan batasan kuota sekitar 16 juta KL di tahun ini dan kelangkaan di beberapa daerah dapat kami antisipasi," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: