BRI dapat jatah KUR Rp120,2 triliun untuk tahun depan

Kamis, 28 November 2019 | 09:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan sektor usaha kecil dan menengah (UKM) melalui kredit usaha rakyat (KUR).

Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Sunarso menyatakan plafon KUR BRI pada 2020 senilai Rp 120,2 triliun. Nilai ini naik 36,64% dari plafon KUR BRI pada 2019 senilai Rp 87,97 triliun.

“Dengan kuota plafon KUR 2020 sebesar Rp 120,2 triliun akan dialokasikan pada sektor perdagangan maksimal 40% dan 60% diantaranya pada sektor produktif dengan sektor pendorong utama adalah sektor industri dan jasa,” ujar Sunarso di Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR RI pada Rabu (27/11/2019).

Lanjut Ia pada Oktober 2019, bank dengan sandi saham BBRI ini telah menyalurkan KUR senilai Rp 83,3 triliun atau 94,7% dari total plafon tahun ini. 

Kredit tersebut telah disalurkan kepada 3,9 juta orang. Bahkan Ia mengaku sampai saat ini, plafon tersebut sudah dipenuhi oleh bank nomor wahid ini.

Adapun penyaluran KUR mikro hingga Oktober 2019 senilai Rp 72,8 triliun sedangkan plafon hingga akhir tahun senilai Rp 74,6 triliun. 

Sedangkan penyaluran KUR kecil telah disalurkan sebanyak Rp 10,4 triliun hingga sepuluh bulan pertama 2019. Sedangkan plafon penyaluran KUR kecil senilai Rp 12,1 triliun.

Sekadar diketahui, pemerintah resmi menurunkan suku bunga KUR dari 7% menjadi 6% pada 2020. Tak hanya itu, plafon penyaluran KUR juga naik signifikan 36% dari Rp 140 triliun menjadi Rp 190 triliun tahun 2020.

Jika pada 2015 bunga KUR masih 12%, pada 2016, turun menjadi 9%. Tahun 2018, bunga KUR turun lagi ke 7% dan bertahan hingga tahun ini. kbc10

Bagikan artikel ini: