PLN bisa saja pangkas tarif listrik untuk industri, asal..

Kamis, 28 November 2019 | 09:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT PLN (Persero) terus mencari cara agar bisa menurunkan tarif listrik untuk sektor industri. Hal ini juga dimaksudkan agar industri lokal bisa berdaya saing.

Pelaksana tugas Direktur Utama PLN Sri Peni Inten Cahyani mengatakan, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif telah meminta PLN menurunkan tarif untuk sektor industri.

"Itu kemarin jadi targetnya Pak Menteri ESDM bahwa PLN ini tarif industrinya harus paling rendah di Asean," katanya di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (28/11/2019).

Menurut Inten, untuk menurunkan tarif listrik sektor industri perlu dilakukan peningkatan pengoperasian Pembangkit Listrik Tengaa Uap (PLTU). Sebab, biaya pokok produksinya murah.

Dia melanjutkan, PLN juga membutuhkan harga gas yang murah untuk pembangkit listrik. Di negara lain harga gas bisa mencapai 3 hingga 4 cent per MBBTU. Sedangkan harga gas yang dibeli PLN masih dikisaran 6 cent per MMBTU.

"Energi murah yang lainnya kita sedang meminta supaya yang gas dari hulu itu juga harganya bisa lebih kompetitif. Karena kalau yang dari luar dari hulu bisa 3-4 cent di sini masih 6 cent. Ini bagaimana caranya karena itu 60 persen dari biaya pokok produksi," tegas Inten.

Sementara itu untuk penetapan harga energi primer pembangkit tersebut, PLN menyerahkan ke pemerintah. Namun, PLN juga melakukan efisiensi untuk menekan biaya pokok produksi pada sisi pemeliharaan pembangkit.

"Jadi memang energi primer ini memegang peran penting tapi PLN nggak hanya serahkan ke pemerintah yang di luar kontrol. Di PLN melakukan upaya-upaya efisiensi bagaimana pemeliharaan ini diatur dijaga dengan baik, supaya hemat nggak boros, itu yang ada di dalam kendali kita," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: