25 Sarjana siap geluti pelatihan industri bisnis sapi potong

Senin, 25 November 2019 | 23:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) memfasilitasi 25 wisudawan fakultas peternakan untuk mengikuti program pelatihan usaha dan bisnis sapi potong. Pelatihan merupakan kolaborasi dengan Indonesia Indonesia-Australia Partnership on Food Security in the Red Meat and Cattle Sector (Partnership) ditujukkan bagi sarjana peternakan yang memiliki pengalaman kerja maksimal dua tahun.

Koordinator Program bertajuk ‘ISPI-Red Meat and Cattle Partnership Intership Program for Fresh Graduate’ Muhsin Al Anas menuturkan kegiatan ini guna mendorong para milenial memiliki jiwa enteprener yang terampil dan memiliki kemampuan teknis sehingga memiliki pemahaman menyeluruh berkaitan proses bisnis di industri peternakan.

“Selain mempersiapkan sarjana unggul yang siap kerja di industri peternakan, kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan pemikiran inovatif para sarja dalam menyiapkan sektor peternakan dalam revolusi industri 4.0,” ujar Muhsin di Jakarta, Senin (25/11/2019).

Kabid IV Bidang Kerjasama Antar Lembaga ISPI Robby Agusta mengatakan para sarjana ini terpilih dari seleksi sebanyak 130 nonimator berasal dari 32 universitas di seluruh Indonesia. Mereka akan ditempatkan selama tiga bulan disembilan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembiakan sapi potong yang tersebar di Jawa, Sumatera maupun Kalimantan Selatan (integrasi sapi-sawit).

“Program ini merupakan kontribusi ISPI dalam menyiapkan SDM Indonesia Unggul sesuai dengan visi pembangunan Indonesia menuju negara maju 2045. Tidak hanya mempersiapkan sarjana unggul yang siap kerja di industri peternakan, kerja sama dengan Partnership ini diharapkan juga dapat meningkatkan daya saing dan pemikiran-pemikiran inovatif,” kata dia.

Robby mengakui program ini juga menjadi salah satu solusi mencari tenaga kerja profesional dan handal di sektor sapi potong mengingat  mayoritas para wisudawan lebih tertarik menggeluti industri peternakan karena profilnya lebih dinamis. Dia memperkirakan tidak lebih 30% sarjana peternakan yang menggeluti di industri bisnis sapi. Sebelum ditempatkan sejumlah perusahaan, mereka akan mendapat pelatihan singkat terlebih dahulu pada 25-27 November di Jakarta-Cianjur.

George Hughes, Agriculture Counsellor Kedutaan Australian Jakarta menyatakan sektor peternakan di Indonesia memiliki potensi yang luar biasa besar dan membutuhkan pemikiran-pemikiran segar dari generasi muda Indonesia.

“Program ini tidak hanya akan membekali peserta dengan kemampuan teknis, namun juga akan memperluas jaringan dan wawasan mereka. Melalui program ini, kami berharap akan lebih banyak lulusan ilmu peternakan yang berkarir dan menjadi pemimpin masa depan di sektor peternakan, dan kemudian menginspirasi lebih banyak anak muda untuk berkarya di sektor ini,” ungkap George.

George menambahkan kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan keterampilan di sektor daging merah dan sapi yang telah dikembangkan Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia melalui Partnership. Melalui program pengembangan keterampilan tersebut, Partnership telah melatih hampir 350 orang Indonesia dalam berbagai topik, termasuk pembiakan ternak, pemrosesan, dan pembuatan kebijakan.

“Beberapa peserta dalam program pelatihan kerja ini juga pernah terlibat dalam NTCA Indonesia Australia Pastoral Program (NIAPP), yaitu program pelatihan kerja yang berlangsung selama 10 minggu di berbagai cattle station di Australia bagian utara. Kami sangat senang untuk berhubungan kembali dengan alumni kami dan lulusan ilmu peternakan terbaik lainnya di Indonesia,” kata George.kbc11

Bagikan artikel ini: