Tol Krian-Legundi-Bunder siap dioperasikan akhir tahun ini

Jum'at, 22 November 2019 | 08:47 WIB ET

GRESIK, kabarbisnis.com: PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) memastikan pembangunan proyek jalan tol Krian - Legundi - Bunder - Manyar (KLBM) seksi I-III atau ruas Krian hingga Bunder mencapai sekitar 99% dan rencananya Desember 2019 alan diresmikan Presiden Joko Widodo.

Sedangkan seksi IV yakni ruas Bunder-Manyar ditargetkan rampung pada November 2020.

Direktur Pemasaran PT Waskita Beton Precast Tbk Agus Wantoro mengatakan, tol KLBM memiliki panjang total 38,29 kilometer (km) yang dibagi menjadi empat seksi.

"Yaitu seksi I, II, III, dan IV. Kami dari WSBP menangani seksi II, III, dan IV sepanjang 19 km," kata Agus, saat acara media visit di Gresik, Kamis (21/11/2019).

Dia menyebut, hingga pertengahan November 2019 ini, progres pembangunan untuk seksi II sudah mencapai 99,46%, Seksi III mencapai 99,78%.

Sedangkan untuk seksi IV mencapai 61,34%, karena masih dalam tahap pembebasan lahan di sejumlah wilayah.

"Kalau dari kita sendiri sudah siap untuk mengoperasikan seksi I, II, dan III. Selain proses penyelesaian konstruksi, kelengkapan seperti rambu-rambu, papan petunjuk serta PJU (Penerangan Jalan Umum) atau lampu juga sudah mulai dilakukan pemasangan," ulas Agus.

Selain melengkapi fasilitas yang ada, tahapan yang dilakukan hingga dioperasionalkan, lanjut Agus, akan dilakukan pengecekan secara internal, baru diajukan ke pemerintah melalui Kementerian Perhubungan.

Menurut Agus, jalan tol KLBM cukup strategis karena mendukung akses masuk-keluar ke kawasan industri yang ada di daerah Sidoarjo dan Gresik.

"Lalu di ujung jalan tol nanti ketemu kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Nah di situ juga ada pelabuhan, jadi ini merupakan akses logistik yang akan menopang ekonomi Jatim, apalagi jarak tempuh 38 km bisa ditempuh dengan wakti 38 menit, kalau sebelumnya kan perlu 2 - 3 jam," ujarnya.

Adapun Waskita Beton Precast yang merupakan entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) sejak 2014 ini merupakan produsen beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini mencapai 3,7 juta ton dari 11 pabrik.

Selain memproduksi beton precast dan ready mix, perseroan juga telah memantapkan diri untuk menggeluti bidang jasa konstruksi.

"Kita sudah punya perizinan dan sertifikasi, seperti proyek KLBM ini kita pengadaan precast sekaligus konstruksinya, karena memang tenaga kerja kita sudah cukup pengalaman karena pengurus perusahaan juga berangkatnya dari Waskita Karya sdbagai induk," imbuh Agus.

Kepala Proyek Tol KLBM, Agus Santoso mengatakan, dalam proyek nasional KLBM dengan panjang total 38 km ini, Waskita Precast mendapatkan porsi konstruksi pada seksi II hingga IV atau sepanjang 19 km dengan nilai kontrak Rp3,51 triliun. 

"Sedangkan seksi I, konstruksinya dikerjakan oleh Waskita divisi III, dan kami Waskita Precast hanya menyuplai produk precast," katanya. kbc7

Bagikan artikel ini: