Sah! NMI stop produksi Datsun Go dan Go+ awal tahun depan

Jum'at, 22 November 2019 | 08:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Nissan Motor Indonesia (NMI) memutuskan untuk mengakhiri produksi sejumlah model Datsun mulai awal tahun depan. Langkah ini sebagai bagian dari perubahan strategi pengembangan produk dan penetrasi pasar di Indonesia.

Sebelumnya, beredar informasi Nissan akan mengakhiri produksi Datsun di Indonesia mulai 2020. Faktor penyebabnya adalah penjualan yang menurun serta menghindari kenaikan pajak penjualan atas barang mewah untuk kendaraan hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) mulai 2021.

Kabar tersebut rupanya tak sepenuhnya benar. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengkonfirmasi bahwa Nissan memang akan memutuskan produksi Datsun di Indonesia. Namun, bukan seluruhnya melainkan hanya dua model KBH2 saja.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan bahwa Nissan akan berhenti memproduksi Datsun Go dan Datsun Go+ mulai Januari 2020.

“Go dan Go+ akan diberhentikan produksinya per januari 2020 yang disebabkan karena faktor skala ekonomi. Walaupun menghentikan produksi produk tersebut, Nissan berkomitmen untuk tetap melanjutkan proses manufaktur, namun dengan strategi yang berbeda,” ujarnya, Kamis (21/11/2019).

Dia bilang, perubahan strategi yang dilakukan oleh Nissan adalah dengan melakukan lokalisasi komponen utama, yakni komponen mesin untuk model New Livina. Hingga saat ini, komponen mesin untuk mobil itu masih diproduksi di Jepang.

Produksi mobil tersebut akan digunakan untuk produksi kendaraan New Livina yang diproduksi bersama dengan PT Mitsubishi Krama Yudha Motors and Manufacturing. Kolaborasi ini merupakan bagian dari aliansi Nissan—Mitsubishi—Renault secara global.

Selain strategi pengembangan lokalisasi komponen, Putu mengatakan bahwa Nissan juga akan berfokus pada pengembangan mobil listrik. Pabrikan terbesar kedua di Jepang ini, akan melakukan studi untuk produksi baterai mobil listrik di Tanah Air.

“Pengembangan strategi Nissan adalah mengembangkan core model dengan meluncurkan kendaraan dengan elektrifikasi power train, yaitu LEAF dan e-Power model. Mereka akan lakukan study untuk battery assembly model e-Power dan CKD [completely knocked down],” katanya.

Selain itu, dia mengatakan bahwa Nissan akan melakukan penetrasi pemasaran mobil listrik melalui kerja sama dengan pemerintah. Salah satunya dengan mengeksplorasi penggunaan model Nissan LEAF dalam proyek percobaan bersama beberapa institusi pemerintah.

Sepanjang tahun ini, Datsun memang tercatat mengalami penurunan penjualan cukup signifikan. Pada 9 bulan tahun ini, penjualannya hanya mencapai 5.419 unit. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terjadi penurunan sekitar 41,9%.

Di sisi lain, Nissan justru tengah mencatatakan kinerja penjualan positif pada periode tersebut. Penjualannya pada Januari—September tercatat mencapai 10.526 unit, tumbuh sekitar 95,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menyatakan pihaknya belum mendapatkan informasi terkait rencana tersebut. Dia menolak berkomentar tentang rencana bisnis Nissan secara individual. kbc10

Bagikan artikel ini: