Bantu orang Indonesia 'maju sama-sama', Google kenalkan Bangkit

Kamis, 21 November 2019 | 23:00 WIB ET
Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf
Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf

SURABAYA, kabarbisnis.com: Google memperkenalkan program dan produk baru yang dinamai Bangkit, yang bertujuan untuk membantu orang Indonesia “maju sama-sama” dan mengoptimalkan manfaat internet secara terbuka.

Bangkit merupakan program pelatihan yang sangat selektif selama enam bulan untuk membantu membangun SDM developer yang andal. Program gratis ini akan dimulai pada Januari 2020 dan pendaftaran dibuka mulai sejak 20 November 2019 kemarin.

Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf mengatakan, pihaknya memanfaatkan inisiatif yang ada untuk melatih bakat-bakat teknologi Indonesia seperti Google Developers Kejar dan Digital Talent Scholarships.

“Kami mendesain program Bangkit bersama Gojek, Tokopedia, dan Traveloka untuk melatih 300 developer yang berkualifikasi tinggi dengan keahlian machine learning hingga musim panas 2020,” jelasnya melalui keterangan tertulis, Kamis (21/11/2019).

Dalam program tersebut, lanjut Randy, Google mendorong developer di seluruh Indonesia untuk meningkatkan keterampilan teknis dan soft skill mereka dan, nantinya, ikut mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang dinamis.

Melalui program-program untuk bakat-bakat baru dalam bidang teknologi ini - ditambah program pelatihan untuk pemilik bisnis seperti Gapura Digital dan Women Will untuk entrepreneur wanita - Google telah melatih 1,6 juta orang Indonesia. Semua ini sekarang tersedia melalui platform Grow with Google di g.co/GrowIndonesia. 

Dalam kesempatan itu, Google mengumumkan beberapa inisiatif untuk menghadirkan pengalaman berbelanja baru yang menarik bagi orang Indonesia. Pertama adalah Google Shopping yang dilengkapi fitur penelusuran prediktif (queryless) dan dirancang untuk aktivitas browsing. Halaman ini merupakan sebuah destinasi bagi pengguna untuk menelusuri berbagai kategori produk dan menemukan produk dari ribuan toko online dan offline. Dan mulai hari ini, orang-orang Indonesia yang ingin berbelanja dapat melihat penawaran produk dalam bahasa Indonesia dan Inggris, serta bahasa Jawa dalam beberapa bulan ke depan. 

Untuk memastikan manfaat pertumbuhan pesat ekonomi digital juga bisa dinikmati bisnis baik besar maupun kecil, Google mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya, peretail offline dapat memunculkan produk mereka di Google Shopping hanya dengan membuat profil Google Bisnisku dan mempostingnya. 

Randy juga mengumumkan sebuah kerja sama baru bersama Telkom mengenai Google Station, yang akan membangun jaringan titik Wi-Fi yang cepat, gratis, dan aman untuk masyarakat Indonesia yang lebih luas. 

Direktur Consumer PT Telkom Indonesia, Siti Choirina mengatakan, sebagai perusahaan milik negara, Telkom ingin memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat melalui penyediaan infrastruktur dan layanan ICT terbaik, serta menghadirkan konektivitas yang merata di seluruh Indonesia. Kerja sama dengan Google untuk layanan Google Station merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan hal tersebut.

Google juga menegaskan kembali komitmennya untuk membantu orang Indonesia menggunakan alat-alat dan pengaturan privasi yang diperlukan untuk menjaga keamanan di internet, dan khususnya saat dalam perjalanan dengan memperkenalkan fitur Stay Safer di Google Maps. Fitur baru ini akan memberi orang “peringatan saat menyimpang”, yaitu ketika driver yang mengantar mereka menyimpang dari rute yang disarankan lebih dari 0,5 km. Ini juga akan memungkinkan penumpang membagikan lokasi real-time mereka kepada teman dan keluarga hanya dengan beberapa ketukan. 

Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik, Google Indonesia, Putri Alam menambahkan, pihaknya ingin menunjukkan kepada setiap orang Indonesia cara menggunakan alat-alat kami sekaligus memberikan tips umum tentang cara menjaga keamanan di internet.

“Rasa tanggung jawab menuntut kami untuk memperluas perhatian melampaui pengguna kami, untuk juga mempertimbangkan dunia di sekitar mereka. Inilah alasan kami begitu senang menerima sangat banyak kiriman karya untuk #jagaprivasimu, sebuah kampanye keamanan internet kami tahun ini," ujarnya.

Putri juga memberikan info terbaru tentang Google News Initiative Training Network dan kemitraan Google dengan Mafindo, Internews, dan Aliansi Jurnalis Independen.

“Di samping membantu orang Indonesia belajar cara menjaga keamanan dan mencari informasi di internet, kami juga ingin berinvestasi dalam keamanan konten yang akan berinteraksi dengan mereka," ungkap Putri.

Dikatakannya, sejak tahun 2018 GNI Indonesia Training Network telah melatih 7.290 jurnalis, dari 579 organisasi berita di 51 kota. kbc7

Bagikan artikel ini: