Transaksi e-commerce di Indonesia tembus Rp13 triliun per bulan

Kamis, 21 November 2019 | 08:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Sejumlah platform e-commerce tumbuh subur dalam beberapa tahun terakhir di Tanah Air. Hal menyusul kian diminatinya belanja online oleh masyarakat. Nilai transaksi di toko online ini pun tak bisa dianggap kecil.

Bank Indonesia (BI) mencatat, di tahun 2019 ini, jumlah transaksi perdagangan online setiap bulannya mencapai Rp 13 triliun.

Hal ini tak berbeda jauh dengan prediksi McKinsey, yang menyebut pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkat delapan kali lipat pada periode 2017 sampai 2018. Dari total belanja daring senilai US$8 miliar di 2017, meningkat menjadi US$55 miliar hingga US$65 miliar pada 2020.

"Bank Indonesia mendorong itu untuk dalam inovasi-inovasi pembayaran (digital) untuk bisa berbelanja mudah dan aman," kata Pungky Purnomo Wibowo, Direktur Eksekutif  Departemen Kebijakan Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Adapun menurut Data Survey Perilaku Belanja Online 2019, saat ini pembayaran secara elektronik lebih banyak diminati. Walaupun belanja dilakukan secara offline seperti di pusat perbelanjaan, tetapi 70 persen responden melakukan pembayaran secara elektronik. Metode ini diminati baik oleh laki-laki maupun perempuan dan di semua kelompok usia.

Saat ini jenis pembayaran yang paling banyak dilakukan ketika belanja online adalah dengan cara mentransfer uang melalui internet banking atau mobile banking dengan porsi 37 persen. Cara ini telah menggeser cara transfer melalui ATM yang hanya berada di angka persen. Sementara itu, uang elektronik berada di urutan ketiga sebagai alat pembayaran ketika berbelanja di e-commerce. kbc10

Bagikan artikel ini: