Bertemu Menteri Teten, Bukalapak ingin ikut salurkan KUR

Senin, 18 November 2019 | 19:51 WIB ET
Ilustrasi UMKM
Ilustrasi UMKM

JAKARTA, kabarbisnis.com: Marketplace Bukalapak berharap dapat menjadi mitra pemerintah untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke UKM yang menjadi mitra Bukalapak.

Pendiri sekaligus CEO Bukalapak Achmad Zaky menuturkan sudah setahun ini, Bukalapak terbilang sukses bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dalam menyalurkan kredit Ultra Mikro (UMi). Zaky menyebutkan pihaknya siap mendukung seluruh program Kemenkop dalam pemberdayaan dan penigkatan  daya saing UMKM di Indonesia.

"Saya pikir, kita selaras dengan Kemenkop dalam hal pemberdayaan UMKM. Salah satu masukan kami adalah menyangkut pendanaan bagi UMKM. Secara sistem, kita siap turut menyalurkan KUR, karena sebelumnya kami sudah menyalurkan UMi bagi usaha mikro," ujar Zaky usai bertemu dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, di Jakarta, Senin (18/11/2019).

Selain itu, kata Zaky, Bukalapak hingga kini memiliki memiliki sekitar lima juta mitra UMKM dengan plafon KUR sebesar ratusan triliun rupiah. Karena itu, Zaky meminta, Bukalapak dapat dilibatkan dalam penyaluran KUR.

"Kita berharap bisa membantu pemerintah menyalurkan KUR ke sektor riil dan ke sektor atau UKM yang tepat. Pak Teten memberikan respons positif atas masukan kami tersebut," ujar Zaky.

Bagi Zaky, sebagai platform Bukalapak mengetahui lini bisnis yang prospektif dan UKM yang bagus, sehingga penyaluran KUR bisa tepat sasaran. "Mudah-mudahan, tahun depan Bukalapak sudah bisa menyalurkan KUR," tuturnya.

Selain pendanaan, lanjut Zaky, Bukalapak juga siap bermitra dengan Kemenkop dan UKM dalam hal pendidikan bagi usaha kecil.

"Kami memiliki kekuatan membangun komunitas bisnis. Kita akan turun ke lapangan bersama Kemenkop untuk mengedukasi usaha kecil agar bisa menelurkan kesuksesan bagi yang lainnya," imbuhnya.

Terkait aturan main,Bukalapak akan mendukung pemerintah dan siap memberikan masukan yang komprehensif. "Tujuannya penyaluran KUR bisa berjalan lebih baik lagi," kata Zaky

Menkop Teten menginginkan mulai tercipta masyarakat bisnis lewat pembentukan klasterisasi. Terutama untuk produk khusus di suatu wilayah tertentu, dan menciptakan UMKM dengan daya saing tinggi.

Zaky menegaskan pihaknya siap membantu melalui program komunitas Bukalapak yang sudah tersebar di 142 kota di seluruh Indonesia. Selain itu, Bukalapak juga berharap dilibatkan dari awal pembahasan UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM.

"Bukalapak siap memberikan bantuan masukan dan saran, agar UU tersebut dapat tepat sasaran dan bisa bermanfaat bagi semua orang. Salah satu masukan kami adalah agar omnibus law tersebut bisa banyak menderegulasi aturan yang membebani UMKM untuk naik kelas. Selain itu, menciptakan suatu rezim regulasi baru yang semula berbasis pendaftaran dan izin, menjadi berbasiskan insentif," papar Zaky.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria Simanungkalit mengatakan pemerintah akan terus menggencarkan pemberdayaan UMKM. Ini harus dilakukan agar bisa lebih berperan dalam perekonomian nasional."Untuk mewujudkan itu, kita tidak bisa jalan sendiri. Kita harus perkuat sinergi, yang salah satunya dengan Bukalapak," kata Victoria.

Victoria menegaskan pihaknya akan menggandeng semua pihak, termasuk e-Commerce atau marketplace, supaya bisa mengkonsolidasikan kekuatan UKM untuk bisa masuk pasar. Khususnya agar produk UMKM bisa masuk ke global value chain.

Dia berharap, Bukalapak bisa berperan lebih, termasuk dalam hal pendanaan bagi UMKM."Marketplace kan punya informasi mana saja sektor yang bisa dikembangkan. Saya berharap marketplace mau menjadi avalis, baik itu UMi maupun KUR. Intinya, dimana ada komunitas binaan marketplace, kita juga bisa masuk kesana," tuturnya.

Bagi Victoria, sektor produksi dan pemasaran UMKM harus menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Oleh karena itu, harus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder. "Kita membuka ruang untuk semua pihak, tetapi memang harus sesuai aturan yang ada," pungkasnya. kbc11

Bagikan artikel ini: