PKB usulkan gubernur kembali dipilih oleh DPRD

Senin, 18 November 2019 | 15:23 WIB ET
(ilustrasi)
(ilustrasi)

JAKARTA - Jubir DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda mengatakan setuju dengan evaluasi pilkada langsung. Meskipun PKB menyadari bahwa pilkada langsung tidak melulu negatif karena banyak juga pemimpin berprestasi lahir dari pilkada langsung.

"Memang pilkada langsung di beberapa wilayah telah menimbulkan dampak negatif, tetapi jangan lupa di beberapa daerah, mekanisme pilkada langsung melahirkan banyak kepala daerah berprestasi yang membawa dampak kesejahteraan bagi warganya," ujar Huda dalam keterangannya, Senin (18/11/2019).

Karena itu, kata Huda, PKB mengusulkan dua opsi. Pertama, opsi mekanisme pilkada asimetris, yakni mekanisme yang memungkinkan pelaksanaan pilkada langsung maupun pilkada tak langsung di berbagai wilayah Indonesia sesuai dengan kondisi objektif masing-masing daerah.

"Pilkada asimetris ini menarik karena pelaksanaan pilkada sesuai dengan kondisi objektif masyarakat baik dari sisi tingkat pendidikan, tingkat kerawanan keamanan, maupun tingkat kedewasaan politik pemilih di wilayah masing-masing," ungkap dia.

Dalam konteks pilkada asimetris ini, kata Huda, perlu ada pemetaan wilayah terkait dampak positif dan dampak negatif dari pilkada langsung. Untuk wilayah yang dampak negatif pilkada langsung dominan, kata Huda, maka wilayah tersebut bisa menggunakan mekanisme pilkada tidak langsung atau melalui DPRD.

"Sebaliknya, wilayah yang dampak positif pilkada langsung lebih dominan, maka wilayah tersebut tetap menggunakan pilkada langsung," tandas dia.

Opsi kedua, lanjut Huda, pemilihan tidak langsung di tingkat provinsi dan pemilihan langsung di tingkat kabupaten/kota. PKB, kata dia, mengusulkan opsi ini dengan dasar pemikiran bahwa gubernur merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah pusat sehingga pemilihannya cukup melalui DPRD.

"Sementara bupati/wali kota berserta wakilnya sehari-hari menghadapi masyarakat untuk memecahkan berbagai persoalan. Karena itu, kepala daerah yang terpilih adalah representasi kepentingan warga. Dan PKB sendiri lebih cenderung setuju dan akan memperjuangkan opsi kedua ini," pungkas dia. kbc9

Bagikan artikel ini: