Impor laptop Indonesia tembus US$80,46 juta, didominasi dari China

Jum'at, 15 November 2019 | 16:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia sebesar US$14,77 miliar pada Oktober 2019. Dari nilai tersebut, sektor migas sebesar US$1,57 miliar dan impor nonmigas mencapai US$13,02 miliar.

Salah satu komponen impor nonmigas yang dilakukan Indonesia adalah impor laptop. Indonesia melakukan impor laptop senilai US$80,46 juta pada Oktober 2019.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, impor laptop tersebut terbanyak berasal dari China. "Indonesia banyak impor laptop atau notebook dari China," ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Adapun impor laptop di Oktober 2019 tersebut mengalami peningkatan di periode sama di tahun 2018 yang sebesar US$69,39 juta. Namun mengalami penurunan bila dibandingkan dengan September 2019 yang senilai US$121,41 juta.

Sedangkan sepanjang Januari-Oktober 2019 tercatat Indonesia melakukan impor laptop mencapai US$811,11 juta. Nilai tersebut mengalami peningkatan dari impor laptop pada Januari-Oktober 2018 yang mencapai US$806,29 juta.

Sekedar diketahui, China memang merupakan salah satu negara mitra dagang utama Indonesia. Pada Oktober 2019, impor dari China tercatat mengalami peningkatan sebesar US$90,1 juta.

BPS juga mencatat neraca perdagangan Indonesia dengan China mengalami defisit US$15,19 miliar sepanjang Januari-Oktober 2019. Nilai tersebut lebih rendah dari periode yang sama di tahun lalu yang sebesar US$15,93 miliar. kbc10

Bagikan artikel ini: