Berambisi saingi Tesla, ini langkah startup China Xpeng Motors

Kamis, 14 November 2019 | 09:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Perusahaan rintisan (startup) kendaraan listrik China, Xpeng Motors terus meningkatkan produksi model-model baru perusahaan dengan harapan mampu menjangkau sebagian besar pasar China sekaligus mampu menyaingi Tesla.

Xpeng Motors bahkan tengah mengumpulkan pendanaan sekitar US$400 juta atau setara sekira Rp 5,6 triliun dari para investor.

Salah satu perusahaan ponsel besar asal China dikabarkan telah tertarik bergabung dengan para investor lainnya untuk menanamkan modalnya di Xpeng Motors.

Adapun perusahaan yang dimaksud adalah Xiaomi, pemilik merek dagang ponsel pintar andalan milik China di kancah global. Kendati demikian, belum bisa dipastikan berapa dana yang ditanam Xiaomi di  Xpeng Motors.

Nantinya, Xiaomi dan Xpeng akan bekerja sama untuk mengembangkan teknologi yang dibutuhkan kendaraan listrik. 

"Pengalaman dan wawasan Xiaomi dalam perilaku konsumen, pengetahuan teknologi, dan tren pasar dapat menambah nilai luar biasa terhadap apa yang ingin dicapai Xpeng Motors," kata CEO Xpeng Motors, He Xiaopeng, Rabu (13/11/2019).

Seperti diketahui, China memang tengah mengalami booming startup mobil listrik. Hal itu tentu didukung oleh pemerintah China dengan memberikan subsidi untuk perusahaan yang membuka kendaraan energi terbarukan.

Cara tersebut rupanya ampuh untuk menarik modal ke sektor kendaraan listrik energi terbarukan itu.

Kendati demikian, Xpeng Motors mulai merintis justru saat pemerintah mengurangi subsidi-subsidinya. Bahkan ke depan, pemerintah China bakal menghapus subsidi itu secara bertahap. 

Sementara itu, Xpeng sendiri telah meluncurkan model kendaraan listrik tipe G3 SUV dan mulai mengirimkannya kepada para pembeli. Pada April 2020, perusahaan bakal meluncurkan sedan tipe P7 dan akan mulai pengiriman pada kuartal kedua tahun depan. Untuk itulah, Xpeng tengah mencari para investornya. kbc10

Bagikan artikel ini: