Kehadiran e-commerce beri manfaat optimal untuk pelaku UMKM

Selasa, 12 November 2019 | 16:31 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kehadiran e-commerce telah memberikan manfaat besar bagi kalangan masyarakat, utamanya bagi pelaku UMKM. 

Selain memberikan kemudahan transaksi jual beli, e-commerce diharapkan membantu pelaku UMKM dengan menjamin harga yang lebih murah, ketersediaan produk, akses logistik dan kemudahan akses pembiayaan. Kemudahan-kemudahan itu ternyata dinikmati pemilik katering Dapoer Doro dari B2B marketplace Ralali.

Sembari mengurus usaha katering, Priskila Lusiana (48 tahun) berjuang mengurus dua orang anaknya. Tanggung jawab sebagai kepala keluarga sekaligus ibu rumah tangga, dilakoninya sejak tahun 2008. Terlebih, sejak kecil anak keduanya mengidap sirosis, penyakit cedera hati yang terjadi dalam jangka waktu lama dan menimbulkan kerusakan serius pada struktur hati.

"Suami saya sudah lama meninggal. Mau tidak mau saya harus menjalankan usaha katering, sambil merawat anak yang sakit,” ujar Lusiana yang berdomisili di Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Selasa (12/11/2019).

Lusiana mengatakan, biasanya berbelanja kebutuhan katering di pasar tradisional. Sampai suatu saat, dirinya mengetahui di Ralali bisa berbelanja hanya dengan menggunakan telepon genggam. "Saya tidak perlu lagi ke pasar. Jadinya bisa menghemat, karena pesanan saya langsung di antar ke rumah," kata Lusiana.

Lusiana mengaku sudah tiga tahun berlangganan di Ralali. Adapun kebutuhan katering yang dibelanjakan, seperti ayam, daging, minyak, sayur-sayuran dan kebutuhan lainnya. Selain kemudahan logistik, dirinya juga mendapatkan harga yang lebih murah dibanding dengan pasar tradisional, dengan selisih sekitar Rp 10.000 per kilogram (kg) untuk daging ayam.

"Di pasar sudah ada langganan. Namun, tetap lebih murah belanja di Ralali. Produk-produknya juga lebih fresh," jelas Lusiana yang mengawali usahanya dengan menyebar brosur di sekitar Jakarta Barat.

Usaha kateringnya bisa dibilang belum begitu besar. Omzet yang diraihnya berkisar Rp 20 juta hingga Rp 50 juta perbulan. Selama 11 tahun, Lusiana mengerjakan pesanan katering nasi kotak, prasmanan, katering harian, tumpeng, aneka makanan ringan dan pondokan. Kalangan pemesannya berasal dari keluarga, penghuni kos, kantor, dan pengusaha katering lainnya.

"Namanya juga katering kecil-kecilan. Ya, tergantung orderan. Kadang yang pesan suka dadakan. Untungnya di Ralali bisa dibayar tunda," kata Lusiana.

Chief Operations Officer (COO) Ralali, Alexander Lukman, mengungkapkan kekagumannya dan sangat mengapresiasi perjuangan Lusiana yang selama ini bekerja keras menghidupi keluarganya. Lusiana merupakan salah satu contoh dari 300.000 UMKM yang menjadi sahabat (sebutan untuk buyer) Ralali.

Lukman menambahkan, Ralali mengambil peran sebagai marketplace yang mendukung usaha katering Lusiana agar tumbuh berkembang dan berkelanjutan. Dengan cara menyalurkan produk dengan harga grosir dan transparan, kualitas produk terbaik, kemudahan logistik serta akses pembiayaan melalui platform BIG Resto dan fintech Ralali.

"Banyak pelaku usaha yang berjuang merintis bisnisnya. Kami ingin berjuang bersama dengan UMKM di seluruh Indonesia. Kisah Lusiana menjadi penyemangat kami menghadirkan layanan terbaik bagi Lusiana dan sahabat Ralali lainnya," pungkas Lukman. kbc9

Bagikan artikel ini: