Material jembatan lengkung LRT Adhi Karya ini setara 5,2 kali berat pesawat Boeing

Senin, 11 November 2019 | 22:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Adhi Karya (Persero) Tbk menuntaskan pengecoran terakhir jembatan lengkung kereta api ringan (Light Rail Transit/ LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) yang terletak di persimpangan Jl HR. Rasuna Said dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Jembatan lengkung LRT ini tercatat sebagai jembatan kereta box beton lengkung terpanjang di dunia

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto menuturkan jembatan kereta LRT dibangun dengan metode ballance cantilever.Berkaitan jembatan lengkung tersebut merupakan bagian dari Longspan Kuningan yang berada di jalur Cawang-Kuningan-Dukuh Atas. Pembangunan jalur itu telah mencapai 50,3%. 

Jembatan lengkung yang berada di Longspan Kuningan, Jakata Selatan baru saja mendapatkan rekor muri Indonesia karena tercatat sebagai jembatan kereta box beton dengan bentang terpanjang di dunia yang mencapai 148 meter.

Bahkan jembatan ini  juga memiliki material beton seberat 4.400 ton atau setara 5,2 kali berat pesawat air bus. Pada fase I, total longspan yang dimiliki LRT Jabodebek yaitu longspan Kali Bekasi, Longspan Dukuh Atas, Longspan Halim, Longspan Cikoko, Longspan Kuningan, Longspan Cawang, Longspan Ciliwung, Longspan JORR, serta Longspan Cililitan.

Pengecoroan terakhir jembatan lengkung turut dihadari beberapa menteri, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. 

"Proyek ini akan kami selesaikan dalam kurun waktu 1,5 tahun mendatang. Saya harapkan Adhi Karya dan KAI (Kereta Api Indonesia) mengerjakan dengan sungguh-sungguh," ujar Budi Karya di Jakarta, Senin (11/11/2019).

Karya srikandi arsitek Indonesia bernama  Dina Arvilla ini pun menuai pujian dari sejumlah menteri. Pasalnya, desain yang ditawarkan Dina mampu menyisihkan desain jembatan yang dibuat konsultan dari Prancis yang dinilai beresiko apabila terjadi gempa di Jakarta.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan apresiasinya.Meski dirinya berlatar belakang profesi sebagai arsitek , namun memahami dunia engineering.

Menurutnya proyek ini tergolong sulit,termasuk dari segi struktur.Begitupula pada segi pembiayaan yang menggunakan skema kerja pemerintah dan badan usaha.

"Saya mendesain kantilever lima meter saja sudah pusing.Ini luar biasa panjangnya," terangnya.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pun memberi apreasinya atas desain lengkung pertama terpanjang di Indonesia.Dia berharap desain tersebut dapat dipatenkan untuk di lokasi lain.

Basuki pun menjanjikan hadiah dana operasional menteri (DOM) sebesar satu bulan sebagai apresiasinya kepada Dina Avrilla.Melihat hal itu Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Panjaitan pun melakukan hal serupa. 

Namun Luhut meminta aksi spontan ini jangan dinilai dari besarnya nominal.Menurut Luhut hal tersebut semata mata sebagai penghargaan individu terhadap sumber daya manusia lokal yang mampu dan teruji menangani proyek infrastruktur nasional.kbc11

Bagikan artikel ini: