Tarif SPKLU diusulkan sebesar Rp 2.000 per KwH

Senin, 11 November 2019 | 09:09 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Dalam rangka mendukung program kendaraan listrik, PT PLN (Persero) siap membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah kota. Namun, penentuan tarif untuk SPKLU ini masih menjadi pembahasan.

General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya, M. Ikhsan Asaad menjelaskan pihak PLN sendiri sudah mengusulkan untuk harga charging para warga di SPKLU sebesar Rp 2.000 per kwH.

"SPKLU di sana (Singapura) sekitar Rp 5 ribu, saya kira nggak mungkin Rp 5 ribu kalau tarif di atas Rp 2.600 harus ada persetujuan DPR, kalau saya mungkin Rp 2 ribuan," ujar Ikhsan, Minggu (10/11/2019).

Ikhsan juga menjelaskan besaran tersebut lebih murah dari tarif pengisian kendaraan listrik di Singapura yang setara Rp 5.000 per kWh. Penetapan besaran tarif pengisian daya kendaraan listrik harus mempertimbangkan dua hal. Pertama, lebih murah dari harga Bahan Bakar Minyak (BBM), agar kendaraan listrik mampu berkompetisi dengan kendaraan berbahan bakar fosil.

Selain itu, besaran tarif juga harus mempertimbangkan tingkat pengembalian investasi. Dengan begitu pihak swasta tertarik berinvestasi dalam membangun fasilitas pengisian energi kendaraan listrik atau SPKLU.

"Ini penting untuk menarik investasi, nggak mungkin PLN semua yang bangun," ujar Ikhsan. kbc10

Bagikan artikel ini: