Actavis rilis suplemen makanan bantu lancarkan sistem pencernaan

Minggu, 10 November 2019 | 18:16 WIB ET
Dari kiri; Presdir PT Actavis Indonesia, Hanadi Setiarto, dr F.X.Trijanto Soetjahjo, Business Unit Head PT Actavis Indonesia, Denny Aring, dan Chef Axhiang, saat peluncuran produk Freegas di Surabaya.
Dari kiri; Presdir PT Actavis Indonesia, Hanadi Setiarto, dr F.X.Trijanto Soetjahjo, Business Unit Head PT Actavis Indonesia, Denny Aring, dan Chef Axhiang, saat peluncuran produk Freegas di Surabaya.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Menjaga kesehatan sistem pencernaan merupakan hal yang begitu penting di tengah padatnya aktivitas. Menyadari akan hal ini, salah satu perusahaan farmasi ternama, PT. Actavis meluncurkan produk terbarunya, Freegas. Produk ini merupakan suplemen makanan yang berfungsi membantu melancarkan sistem pencernaan tubuh. 

Presiden Direktur PT Actavis Indonesia, Hanadi Setiarto mengatakan, Freegas hadir untuk membantu di bidang kesehatan, khususnya memenuhi kebutuhan pecinta kuliner yang ingin suplemen untuk memperlancar pencernaan.

“Pecinta kuliner atau siapapun, jika sudah makan-makanan pedas, makan karbohidrat yang tinggi dan minum kopi, kemudian perut terasa begah atau kembung, maka bisa konsumsi Freegas karena cocok untuk memperlancar proses pencernaan,” ujar Hanadi usai acara Launching dan Freegas Cooking Demo di Hungerbelt Food Corner Surabaya, Sabtu (9/11/2019) malam.

Hanadi menyarankan, masyarakat yang usianya 40 sampai 50 tahun ke atas bisa mengkonsumsi Freegas sebagai ‘menu’ setelah makan. Sebab, suplemen ini sangat cocok membantu proses pencernaan berbagai jenis makanan untuk usia tersebut. Produk ini bisa didapatkan di apotek-apotek dan tersebar di seluruh Indonesia. 

Hanadi Setiarto mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan obat-obatan dan suplemen berkualitas. Bahkan, 50 persen produk dari Actavis Indonesia telah diekspor ke Asia Pasifik dan Eropa setiap tahunnya. "Pertumbuhan kami memang fokus pada 95 persen produk khusus seperti untuk resep obat," ucapnya.

Meski masih menggantungkan bahan baku impor, namun pihaknya juga turut serta mencari solusi. Saat ini pemerintah menggalakkan agar industri lokal mengutamakan pemakaian komposisi dari dalam negeri.

"Kami ikut mengembangkan alternatif bahan baku obat, terutama yang terbuat dari herbal karena lebih alami dan natural. Sekarang bahan baku kami masih impor karena sangat spesialistik. Tapi, formulasi dan pembuatannya lokal," tuturnya.

Sementara itu, Business Unit Head PT Actavis Indonesia, Denny Aring menjelaskan, Freegas berbeda dengan produk lain yang sudah lebih dulu beredar di pasaran. Komposisi (delapan enzim) yang terkandung di dalamnya menjadi yang terlengkap diantara suplemen sejenisnya. 

Soal harga juga masih terjangkau, dalam bentuk strip dengan kemasan 6 tablet Rp18 ribu. Bisa dibeli per strip atau box. “Kalau produk atau jenis lain, enzimnya paling dua atau tiga saja, tapi Freegas beda, lebih banyak dan lengkap dan tidak ada efek samping seperti obat,” jelas Denny.

“Freegas juga diproduksi PT Actavis Indonesia yang dimana memiliki sertifikasi dan jaminan kualitas dan mutu terbaik. Jadi aman dan terjamin,” sambungnya.

Tak dipungkiri, tren wisata kuliner membuat masyarakat mudah membeli makanan yang disukai. Namun, kata dr F.X.Trijanto Soetjahjo, seringkali tidak menyadari dan kurang memahami bahwa perut kita sebenarnya sudah tidak layak mengkonsumsi makanan tersebut, baik karena makan yang berlebihan atau makan makanan yang tidak cocok.

Bahkan karena usia kita sebetulnya tidak layak makan makanan itu dan tetap dipaksa makan karena hobi. Imbasnya, perut terasa begah, berasa kenyang dan kadang-kadang mual. 

Saatnya kita menyadari bahwa enzim pencernaan kita kurang lengkap dan terjadi gangguan. Apalagi kalau lansia (lanjut usia) dan sudah pernah kena penyakit, pernah operasi batu empedu dan gangguan metabolisme seperti diabetes. Untuk itu, penambahan enzim pencernaan ini sangat membantu bagi lansia maupun mereka yang masih relatif normal tidak ada gangguan karena akan merasa lebih nyaman lagi saat mengkonsumsi makanan. 

“Makanan utama kita ada 3 macam yakni protein, karbohidrat dan lemak, yang tidak bisa langsung diserap tubuh. Perlu bantuan enzim pencernaan agar penyerapannya maksimal buat membangun bagian tubuh yang rusak. Enzim pencernaan ini juga merupakan produk herbal tanpa efek samping dan tanpa resep dokter,” pungkasnya. kbc7

Bagikan artikel ini: