Dukung beautypreneur lokal, Nose Herbalindo kembangkan ekosistem di industri kosmetik

Minggu, 10 November 2019 | 18:00 WIB ET
Founder PT Nose Herbalindo, Yoda Nova (tengah) bersama klien pada Femaledaily xbeauty di Tunjungan Plaza Surabaya.
Founder PT Nose Herbalindo, Yoda Nova (tengah) bersama klien pada Femaledaily xbeauty di Tunjungan Plaza Surabaya.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Perkembangan teknologi dan informasi mendorong kemajuan di sektor digital marketing. E-commerce juga telah dimanfaatkan pelaku usaha dalam memasarkan produknya, termasuk produk kecantikan atau kosmetik.

Produk fashion & beauty bahkan telah menjadi tiga besar produk dalam penjualan online. Ini juga didukung oleh gaya hidup dan peningkatan kelas menengah masyarakat.

Terbukanya pasar kosmetik ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk menjadi pengusaha di bidang kosmetik atau beautypreneur.

Menurut data, pertumbuhan fashion & beauty melalui internet mencapai lebih dari 18% pada tahun 2019.

Data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) 2018 juga mencatat, perkembangan industri kosmetik nasional mengalami kenaikan pertumbuhan 20% atau empat kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2017. Selain itu, pada 2017, tercatat nilai ekspor produk kosmetik nasional mencapai USD 516,99 juta, naik sebesar US$470,30 juta dibanding 2016.

Kondisi ini ditangkap PT Nose Herbalindo, perusahaan jasa maklon kosmetik (Original Equipment Manufacturing/OEM) dengan membuka peluang masyarakat untuk menjadi mitra dan solusi strategis demi mewujudkan mimpi menjadi beautypreneur dengan brand kosmetik sendiri.

Founder PT Nose Herbalindo, Yoda Nova mengatakan, pihaknya telah mengikuti persyaratan standar baik lokal maupun internasional melalui Badan Sertifikasi International seperti ISO 9001:2015, ISO18001:2007 (OHSAS), GMP, CPKB dan HAS 23101 (Halal).

“Nose Herbalindo bukan saja menghadirkan brand produk kecantikan bagi beautypreneur tetapi juga mendukung melalui ekosistem yang lengkap untuk mencapai  impian menjadi beautypreneur yang sukses. Salah satu bagian dari ekosistem itu adalah divisi promosi dan digital marketing,” katanya di sela even Femaledaily xbeauty di Tunjungan Plaza, Surabaya, Sabtu (9/11/2019).

Nose kali ini bekerja sama dengan Female Daily dan berkolaborasi dengan beberapa client Nose seperti SKR Secret, Quesella, Maska, Hanada, Hello PJ, Velorose Secret, dan BUZA milik artis Bunga Zainal dalam acara Female Daily XBeauty yang berlangsung pada 8 – 10 November 2019.

Menurut Yoda Nova, selain divisi digital marketing, untuk mendukung impian beautypreneur mempunyai brand kecantikan sendiri, Nose juga menghadirkan ekosistem yang lengkap dengan nama Innovation R&D Lab. Yakni meliputi Research Center yang akan mendukung beautypreneur untuk mempunyai produk dengan formula yang unik dan juga sesuai dengan kulit tropis. Juga branding dan marketing untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan permintaan pasar. 

"Kemampuan manufaktur untuk menghasilkan produk dan kemasan yang sesuai dengan Good Manufacturing, hingga pengurusan Sertifikasi izin BPOM, HALAL & Paten," ujarnya.

Intinya, jelas Yoda Nova, Nose Herbalindo menyediakan solusi one stop shopping demi mewujudkan mimpi  menjadi seorang beautypreneur. “Calon beautypreneur tak usah pusing, cukup siapkan visi dan misi untuk menghadirkan brand kecantikan terbaik dan juga modal. Kami akan membantu mulai dari konsultasi konsep kosmetik, pemilihan brand yang menarik, hingga proses manufaktur kosmetik dari hulu hingga hilir,” jelas Yoda Nova.

Ditambahkannya, tren saat ini kembali ke alam, dan customer bisa memilih bahan aktif dari tanaman/ekstrak yang ingin dimasukkan dalam kandungan kosmetik atau skincare.

Terkait besaran investasi yang harus disiapkan calon mitra, Yoda Nova bilang, beragam tergantung kandungan bahan, kemasan dan jumlah. Namun saat ini untuk ukuran standar nilainya sekitar Rp 50 juta - 100 juta per item produk.

Di tempat yang sama, CEO Maska Banyu Aditya menuturkan, dengan brand Maska, pihaknya menghadirkan tiga produk perawatan kulit (skincare) yang dirilisnya pada Oktober 2019, yaitu  Maska Instan Brightening, Maska Hydrogel Eyepatch, dan Maska Sheet Mask.

"Tiga produk ini ditujukan bagi wanita dan pria dengan dua kategori usia, yaitu di usia millennial dari umur 17-27 dan  usia mature dimulai dari usia 28-35 tahun,” katanya.

Maska Instan Brightening, jelas Banyu merupakan krim untuk mencerahkan kulit wajah. Maska Hydrogel Eyepatch adalah lembaran masker untuk menutrisi kulit bawah mata agar lembab, mengurangi kerutan, dan membantu menghilangkan lingkaran hitam di kulit bagian bawah mata. Sedangkan Maska Sheet Mask adalah lembaran masker untuk menutrisi wajah agar lembab, muda, dan cerah.

Maska menggunakan berbagai  bahan aktif dari esktrak tumbuhan, seperti licorice, ekstrak buah beet, ekstrak algae, ekstrak bunga chamomile, dan ekstrak tumbuhan pegagan,” ungkap Banyu.

Founder Hello PJ, Rosiana Susanta mengakui, pihaknya tertarik untuk bekerja sama dengan Nose Herbalindo karena jaminan kualitas dan keamanan produknya.

"Kami menghadirkan produk kosmetik khusus, skin care untuk anak-anak dan remaja yang mana aman buat mereka," katanya di sela pameran.

Dengan menggunakan bahan baku alami dengan UV filter yang disesuaikan dengan karakter anak dan remaja yang aktif di luar ruang, Rosiana mengklaim minat konsumen terhadap produknya cukup tinggi.

"Oleh karena itu kami optimis dengan produk ini, apalagi dengan dukungan tim promosi dan jaringan penjualan dari Nose Herbalindo," ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Dewi Susianti, Owner beautycare merek Quesella yang mengaku sudah setahun memesan produk beautycare mereka dari Nose Herbalindo dan kini Quensella sudah dikenal bahkan secara offline, Quensella sudah di jual di beberapa toko kosmetik di Surabaya bahkan Makassar.

“Kami memiliki 13 produk skin care, mulai dari sabun toner, treatment wajah, cream menghilangkan bekas jerawat, serum, hingga cream masker untuk perawatan tanpa harus ke klinik kecantikan,” jelas Dewi. kbc7

Bagikan artikel ini: