PLN terbitkan surat utang USD 1,5 miliar

Rabu, 6 November 2019 | 04:25 WIB ET

JAKARTA - PLN berhasil mengamankan kebutuhan pendanaan Investasi 2019 untuk percepatan penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan, dengan menerbitkan Global Bond senilai US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 21 triliun.

Dana ini merupakan pelengkap dari dana internal dan PMN yang tersedia untuk tahun 2019, sehingga dapat mendukung usaha pencapaian target pemerintah untuk rasio elektrifikasi menuju 100 persen di 2020 serta pembangunan kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

Global Bond tersebut ditentukan harganya pada 30 Oktober 2019 dalam 3 tranche yaitu US$ 500 juta dengan tenor10 tahun 3 bulan dengan kupon 3,375 persen, US$ 500 juta dengan tenor 30 tahun 3 bulan dengan kupon 4,375 persen, dan 500 juta Euro dengan tenor12 tahun dengan kupon 1,875 persen.

Direktur Keuangan PLN, Sarwono Sudarto, mengatakan pemilihan tenor yang berjangka panjang dan berbeda dalam waktu jatuh tempo merupakan salah satu strategi perusahaan dalam menata likuiditas dan maturity profileserta agar matching dengan tipikal investasi sektor listrik yang berjangka panjang.

"Ditengah kondisi pasar yang kondusif, PLN tidak hanya berhasil mendapatkan pendanaan dengan tenor yang panjang sehingga meringankan beban likuiditas, namun juga berhasil memperluas basis investor di Pasar Eropa dengan Global Bond bermata uang Euro dengan tenor 12 tahun," kata Sarwono dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/11/2019).

PLN merupakan BUMN Indonesia pertama yang mampu mengakses pasar Euro dengan tenor 12 tahun. Ini membuktikan dunia internasional percaya bahwa keuangan Indonesia dan PLN senantiasa dikelola dengan prudent, serta menunjukkan keyakinan dari masyarakat internasional atas kekuatan fundamental ekonomi Indonesia dan PLN saat ini maupun sustainabilitas pertumbuhannya di masa mendatang.

Global Bond ini juga berhasil memperoleh kupon dan beban pinjaman yang sangat kompetitif, dan merupakan yang paling rendah dalam perjalanan bisnis PLN sampai saat ini. Hal ini tentu saja akan memberikan kontribusi terhadap usaha PLN untuk menjaga biaya pokok penyediaan listrik tetap terkendali serta memperbaiki profil portofolio pendanaan PLN dengan menambah pendanaan dengan tenor panjang sehingga menurunkan risiko likuiditas.

Penyelesaian transaksi dilaksanakn pada 5 November 2019 dan debt securitiestersebut akan dicatatkan pada Singapore Stock Exchange.

Bagikan artikel ini: