Proyek konstruksi nasional masih dikuasai BUMN

Selasa, 5 November 2019 | 07:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pengerjaan sejumlah proyek konstruksi ternyata masih dimonopoli oleh perusahaan yang kepemilikan sahamnya berkaitan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Padahal pemerintah telah membatasi peran perusahaan plat negara pada minimal tertentu.

Wakil Ketua Umum V Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) La Ode Saiful Akbar mengatakan pemerintah telah mengeluarkan aturan yang hanya membolehkan BUMN mengerjakan proyek konstruksi yang bernilai di atas Rp 100 miliar. Namun praktiknya, banyak proyek-proyek yang bernilai dibawah Rp 100 miliar juga diambil perusahaan-perusahaan yang merupakan anak dari perusahaan BUMN.

"Problemnya pekerjaan konstruksi itu dikuasai BUMN. Padahal sebelum kabinet baru ada Kepmen, BUMN hanya mengerjakan proyek di atas Rp 100 miliar. Oke, benar realisasinya. Tapi anak usahanya, cicitnya, itu [mengerjakan proyek] di bawah Rp100 miliar. Semacam ada monopoli," kritik La Ode ketika ditemui di Jakarta, Senin (4/11/2019).

Sebab itu, banyak pengusaha konstruksi swasta yang kemudian mengeluhkan hal tersebut. La Ode mengaku pengusaha konstruksi swasta yang mayoritas adalah pengusaha kecil menengah hanya bisa mengerjakan proyek dengan nilai di bawah Rp 50 miliar.

Tidak hanya itu, menurut pihaknya saat mengerjakan proyek-proyek kemitraan dengan BUMN, masih banyak kendala yang dialami pengusaha swasta. Salah satunya ialah keterlambatan pembayaran yang masih sangat sering terjadi.

"Pembayaran bukan paling cepat tiga bulan, itu syukur-syukur. Kadang enam bulan [baru dibayar]. Kami pengusaha swasta yang meminjam ke bank pembayarannya jadi lambat, berdampaklah pada peningkatan NPL (non performing loan/kredit macet)," ujar dia.

Karenanya, dia meminta kepada pemerintah untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut, yaitu dengan memberikan proyek langsung kepada pengusaha-pengusaha konstruksi kecil. Bukan terlebih dulu melalui pihak ketiga seperti BUMN.kbc11

Bagikan artikel ini: